Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kurangi Lahan Kritis, Pemkab Bandung dengan TNI Lakukan Penghijauan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24750.jpg

    BANDUNGKAB-Bersinergi dengan program Sabilulungan Tanam Pohon Kesayangan (Satapok) yang dicanangkan Pemkab Bandung bekerjasama dengan Perum Perhutani, Kodim 0609 melaksanakan Program Bhakti TNI Penghijauan di wilayah Kabupaten Bandung.

    Kegiatan penghijauan kali ini dipusatkan di lahan milik Perum Perhutani petak 10 E tepatnya di Gunung Kendeng Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu, Selasa (5/9).

    Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Ir. H. Sofian Nataprawira, MP. mengatakan, untuk mengurangi lahan kritis, setiap tahun penanaman terus dilakukan oleh pemerintah dan seluruh stakeholder terkait, mulai dari tingkat pusat, provinsi dan daerah.

    “Penghijauan juga dilakukan oleh BUMN, BUMD, swasta, yayasan, LSM, Karang Taruna, Ormas, masyarakat termasuk di dalamnya TNI dan POLRI,” kata Sekda.

    Mengenai alih fungsi lahan dan komoditi, Sofian menambahkan, Undang-undang sudah mengatur tentang tanaman apa yang boleh dan tidak boleh ditanam di lahan-lahan kritis.

    “Kami Terus berkoordinasi dengan Polres, TNI, Perhutani dan Perkebunan untuk lebih ketat lagi dalam mengawasi terkait alih fungsi lahan dan komoditi,” pungkasnya.

    ADM Perhutani KPH Bandung Selatan Wijanarko Susilo, M.M., menyebutkan masih banyak penduduk desa di pinggiran hutan yang menanam sayuran di kawasan hutan lindung.

    “Undang-undang secara tegas melarang keras menanami tanaman sayuran di kawasan hutan lindung, karena tanaman sayuran memiliki perakaran yang dangkal, dan pengolahan tanaman sayuran sangat intensif, setiap selesai diolah pasti akarnya pun bersih tidak tertinggal, sehingga pada saat hujan deras akan terjadi sedimentasi tanah yang bisa menyebabkan pendangkalan sungai,” jelas Wijanarko.

    Untuk mengatasi ini, katanya, pihak Perhutani sudah melakukan tiga pendekatan dalam menangani permasalahan garapan-garapan petani di kawasan hutan lindung.

    “Kami sudah melakukan 3 pendekatan yaitu pendekatan kesejahteraan, sosial dan hukum,” kata Wijanarko.

    Pendekatan kesejahteraan, jelasnya, dilakukan dengan cara alih komoditas, alih profesi dan alih lokasi. Pendekatan sosial dilakukan dengan penyuluhan di desa-desa terkait tanaman apa yang dilarang dan diperbolehkan di hutan lindung. Sedangkan pendekatan hukum merupakan upaya terakhir mengatasi permasalahan perambahan lahan hutan lindung.

    “Tentunya Perhutani tidak bisa bekerja sendiri, perlu sinergitas dengan semua stake holder agar masalah lahan kritis ini segera teratasi,” katanya.

    Sementara itu Danrem 062, Kolonel Infantri Joko Soesilo, S.Ip. menyebutkan kegiatan khusus penghijauan ini juga telah dilakukan di wilayah Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. Sedangkan untuk wilayah Sumedang dilakukan disela-sela kegiatan latihan rutin TNI.

    “Kegiatan penghijauan ini tentunya tidak hanya di Kecamatan Pasirjambu saja, kami juga akan melaksanakannya di seluruh wilayah, dan kami mengharapkan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat agar tetap memelihara dan menjaga lingkungan,” kata Joko Soesilo.

    Turut hadir pada acara ini Irdam III Siliwangi Kolonel Infantri Dedi A.P., Danrem 062 Kolonel Infantri Joko Soesilo, S.Ip., Dandim 0609 Letkol Arhanud Andre Wira, S.Ap., M.Si., Wakapolres Bandung Kompol Boni, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bandung H. Firman Somantri, MBA., Perwakilan General Manager Geo Dipa Energi Rita Purwati, ADM Perhutani Wijanarko, Perwakilan Kajari Bale Bandung Yudi Subianto, S.H., M.H., Tokoh Masyarakat Eyang Memet dan H. Emte, Danramil se-Kabupaten Bandung, Kapolsek se-Kabupaten Bandung, Kadistan Kabupaten Bandung Ir. H. A. Tisna Umaran, MP., Kadis LH Kabupaten Bandung Asep Kusumah, M.Si., serta masyarakat sekitar.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus