Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Legislator : PSSI Harus Belajar dari BOBOTOH !

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24901.jpg

    BANDUNG-Keputusan PSSI menjatuhkan sanksi terhadap Persib terkait koreografi "save_rohingya" yang dilakukan bobotoh beberapa waktu lalu menuai respon berbagai kalangan, salah satunya dari kalangan legislator.

    Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi mengatakan bahwa induk organisasi sepakbola nasional itu tidak memahami akan filosopi sepakbola yang bersifat universal. Seharusnya PSSI bisa belajar dari bobotoh persib.

    "PSSI na "teu cageur" alias gagal faham, harusnya PSSI belajar filosofi sepak bola. PSSI tidak faham apa arti universalitas dan fair play yang menjadi filosopi dasar dalam sepakbola,"kata Yudi kepada wartawan di Bandung, Sabtu (16/9/2017)

    Menurut Yudi, fair play dalam sepakbola mengandung banyak kebaikan universal diantaranya sportifitas, keadilan, toleransi dan kemanusiaan. Ketika semua pemain dan suporter sepakbola berikrar ‘say no to racism’, di sana sebenarnya sedang terjadi deklarasi nilai-nilai kemanusiaan secara universal, bahwa sepakbola menolak secara tegas hal-hal yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, termasuk pembantaian etnis Rohingya yang terjadi saat ini.

    "Dalam sepakbola, mencederai lawan saja bisa diganjar kartu merah, apalagi mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Kita faham bersama bahwa isu Rohingya adalah kejahatan kemanusiaan yang dikecam dunia global termasuk PBB. Jadi harusnya yang di "kartu merah" dan dikenakan sanksi bukan Persib atau bobotoh tapi PSSI. PSSI harusnya belajar dari bobotoh !! " tegasnya.

    Yudi yang juga merupakan Ketua Gema Keadilan Kota Bandung mengapresiasi gerakan "Udunan Koin" yang digagas bobotoh sebagai jawaban atas sanksi yang diberikan PSSI. Dia juga mendukung bobotoh untuk terus mengekspresikan suara kemanusiaannya.

    "Bobotoh jangan ragu dan takut untuk terus menyuarakan ekspresi kemanusiaannya, karena sepakbola bukan sekedar menang atau kalah, tapi lebih dari itu ia adalah bahasa universal, bahasa persatuan dan kemanusiaan", pungkasnya. (MAT

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus