Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    12 Juta Pohon Pertahun Guna Selamatkan Sumber Air di Jawa Barat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/pohon.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan meski Jawa Barat dikaruniai sebagai kawasan dengan curah hujan tertinggi, namun terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan air. Untuk itu dirinya meminta semua pihak untuk menjaga keseimbangan alam, khususnya terkait dengan ketersediaan air bagi kehidupan. Menurutnya air merupakan kebutuhan vital makhluk hidup, khususnya manusia yang tidak dapat tergantikan. Sehingga ketersediaan air secara berkelanjutan menjadi hal yang mutlak. Untuk itu Pemprov Jabar siap menanam 12 juta batang pohon per tahun guna menjaga kelestarian sumber air, yakni dengan cara menghijaukan kembali kawasan hutan.

    Meski Jawa Barat, berdasarkan data merupakan daerah dengan curah hujan tertinggi di dunia, namun saat musim kemarau masih kekurangan air hingga 8 miliar meter kubik. lebih lanjut Heryawan menjelaskan,berdasarkan data tahun 2006 curah hujan per tahun di kawasan Jawa Barat mencapai 81 miliar meter kubik. "Seharusnya air dalam jumlah melimpah itu  dapat tersimpan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik dalam bentuk air tanah, air permukaan, embungembung atau waduk," tegasnya pada peringatan puncak Acara Hari Air Sedunia ke-19 yang digelar di Kawasan Wisata Waduk Darma Kuningan, kemarin. Pada acara itu ditanam secara simbolis oleh Gubernur Jabar dan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda berupa pohon dari jenis Trembesi, Mangga dan Kawung akan ditanam, juga ditebar ribuan benih ikan Nila di Waduk Darma.

    Namun akibat kondisi lingkungan yang kurang memadai, maka limpahan air yang cukup besar itu ternyata hanya mampu diserap alam hanya 9 miliar meter kubik saja. Padahal kebutuhan air untuk kehidupan, baik manusia dan makhluk hidup lainnya termasuk tanaman sebesar 17 miliar meter kubik. Akibatnya terjadi defisit pasokan air sebesar 8 miliar meter kubik per tahun. "Nyatanya karena kondisi hutan rusak menyebabkan daya tampung kehutanan dan danau hanya dapat menyimpan air sebanyak 9 miliar M3, sehingga kita masih kekurangan 8 miliar M3 saat musim kemarau tiba,” kata Heryawan. Permasalahan lain yakni pemenuhan kebutuhan air bersih di daerah perkotaan yang selalu mengandalkan dari daerah lain yang berada di kawasan hulu sungai dan daerah yang lebih tinggi dari kota penghasil air bersih.

    Lebih lanjut Heryawan mengimbau agar masyarakat yang mendiami kawasan yang berada lebih tinggi dari perkotaan dapat meningkatkan kesadaran memelihara keberadaan sumber mata air dengan melakukan pelestarian lingkungan. Begitupula dengan para pengguna air bersih seperti para pengusaha yang bergerak di bidang industri, makanan/minuman, perhotelan dan lain-lain agar lebih memiliki kepedulian terhadap sumber-sumber air dengan turut menjaga keberlangsungan ketersediaan air bagi kehidupan. "Perlu sinergitas antara kepentingan di hulu hingga hilir sehingga menghadirkan upaya pelestarian yang komprehensif," pungkasnya.

    Sementara Kepala Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat Deddi Mulyadi menambahkan, kegiatan peringatan kali ini diikuti dengan gerakan penghijauan di sekitar kawasan sumber air, seperti di sejumlah waduk yang ada di Jawa Barat. Ada sekitar 750 pohon dari jenis Trembesi, Mangga dan Kawung akan ditanam sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Disamping itu juga ditebar sebanyak 50.000 benih ikan Nila di Waduk Jatigede. ”Ini merupakan langkah yang akan terus dilakukan sesuai dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat yang berkomitmen menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Diharapkan pasokan dan ketersediaan air dapat terus ditingkatkan,” tuturnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus