Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ada Tren jumlah Pengangguran Bakal Meningkat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24985.jpg

    BANDUNG-Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung Acuviarta Kartabi mengatakan, jumlah pengangguran berpotensi naik dalam beberapa tahun kedepan.

    Hal itu menurutnya dapat terindikasi dari terus menurunnya pertumbuhan investasi yang ada, termasuk di Jawa Barat (Jabar).

    "Kenapa ekonomi mengalami perlambatan, ternyata ada penurunan investasi. Ini tentu akan berdampak pada potensi peningkatan pengangguran. Jadi pemerintah harus mendorong investasi apalagi padat karya," jelasnya di acara Media Gathering OJK Jabar di Jakarta dan diskusi terkait Arah dan Kebijakan Strategis OJK di Sektor Perbankan, Jumat dan Sabtu (22-23/9).

    Ia mengatakan, selain meningkatkan investasi, juga perlu adanya upaya meningkatkan kapasitas SDM agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

    Ia menyebutkan saat ini jumlah pengangguran di Jabar mencapai diatas 8 persen dari jumlah angkatan kerja yang mencapai 22,6 juta orang. Ironisnya jumlah pengangguran terbanyak ternyata adalah lulusan dari tingkat SMK.

    Menurutnya, ada yang kurang benar dengan pola dan kurikulum tingkat SMK saat ini, sehingga lulusannya kurang terserap, padahal SMK digadang-gadang sebagai sekolah yang paling bagus untuk mempersiapkan calon tenaga kerja kompeten.

    "Betul SMK bagus, tapi kurang fokus. Misalnya pendidikan Otomotif, jangan di kawasan pertanian seperti Tasik, tapi di Bekasi. Atau perlu ada SMK yang fokus pada bidang pelabuhan atau bandara. Kan, Jabar akan ada banyak pelabuhan baru dan bandara baru, siapkah kebutuhan SDM nya. Coba lebih fokus," katanya.

    Data yang disebutkan Acuviarta menyebutkan jika sekitar 13,5 % pengangguran adalah lulusan SMK, sementara pekerja buruh mencapai 45% dari total pekerja di Jabar. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus