Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    22 Perusahaan Berkomitmen Kelola Lingkungan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25039.jpg

    BANDUNGKAB-Sebanyak 22 perusahaan di Kabupaten Bandung, serentak menandatangani komitmen pengelolaan lingkungan, sebagai tanggungjawab sosial dalam mendukung pembangunan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Asep Kusumah mengatakan, dibangunnya komitmen bersama tersebut adalah upaya sabilulungan pemerintah dan pihak swasta, dalam mendukung visi misi Kabupaten Bandung, yakni mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

    "Kita sepakati 6 hal dalam komitmen bersama ini, diantaranya agar perusahaan siap mendukung visi misi Kabupaten Bandung, mengoptimalkan upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup dinkawasan perusahaan yang menjadi tanggungjawabnya," ucap Asep saat
    Sosialisasi prosedur penegakan  hukum lingkungan di kabupaten Bandung di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babakan di Kp.Kelebuhan Bulan Desa Babakan Kecamatan Ciparay, rabu (27/9).

    Selain itu kata Dia, dalam kesepakatan disampaikan juga mengenai kesiapan perusahaan untuk mematuhi peraturan perundang undangan dan ketentuan dalam Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (IPPLH).

    "Selanjutnya, perusahaan juga harus siap dengan segala konsekuensi sesuai ketentuan," ungkapnya.

    Asep menandaskan, hal terpenting adalah dukungan bersama untuk Kabupaten Bandung bersih sampah tahun  2020, dengan mewujudkan kawasan industri bersih sampah.

    "Kita harapkan juga perusahaan bisa berkontribusi dalam program pemerintah untuk Kabupaten Bandung yang bersih, sehat nyaman, hijau dan lestari," tandasnya.

    Lebih jauh Asep mengungkapkan, pihaknya memiliki 4 strategi khusus dalam mewujudkan Kabupaten Bandung beraih sampah tahun 2020.

    "Strategi kita yakni mewujudkan kawasan pemukiman perumahan bebas sampah, melalui program LCO (Lubang Cerdas Organik), industri bersih sampah dengan sistem pengelolaan sampah IPAL, mewujudkan kawasan pertokoan dan perkantoran bersih sampah," terang Asep didampingi Kepala Bidang pengendalian pencemaran lingkungan dan penaatan hukum lingkungan, Endang Widayati.

    Untuk kawasan industri  baru, tambah Asep, rumah makan modern tidak boleh mengeluarkan sampah organik, artinya kata Dia sampah harus habis dikelola dilokasi perusahaan.

    "Karena sesuai aturan, bahwa setiap kawasan yang dibangun, berkewajiban menyediakan sistem pengelolaan sampah.Jangan bangunannya saja yang modern tapi pengelolaan sampah juga harus modern,"tungkasnya.

    Asep berharap, program yang saat ini dilakukan bisa didukung semua pihak dan komitmen yang dibangun bisa terwujud sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Bandung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus