Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Letusan Gunung Agung Diperkirakan ke Arah Utara

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25113.jpg

    BANDUNG-Studi dengan penginderaan jauh oleh peneliti ITB menunjukan arah aliran lahar panas Gunung Agung masih akan cenderung bergerak ke arah Utara. Potensi pergerakan aliran lahar panas hingga mencapai jarak 7,5 km di utara Gunung Agung.

    Hal itu disampaikan oleh Prof. Ketut Wikantika dari ITB, yang melakukan penelitian bersama dengan peneliti lain Dr. Eng. Asep Saepuloh,  dan Tri Muji Susantoro, Drs., MT. dari Center for Remote Sensing (CRS-ITB), melalui siaran pers Humas ITB, Senin (2/10)

    Melihat tingginya aktivitas Gunung Agung belakangan ini, mereka langsung menyelenggarakan studi penginderaan jauh untuk memprediksi potensi zona bahaya yang dapat ditimbulkan. Tak lebih dari sepekan sejak memulai penelitian pada Jumat (22/09), hasil penelitian mereka sudah berhasil dirilis dan dapat menjadi solusi bagi masyarakat di sekitar Gunung Agung.

    Potensi aliran lahar panas Gunung Agung mereka analisis dengan berdasarkan pada 2 hal, yakni Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berkembang dari puncak dan analisis tebal tipisnya kondisi kawah. Sementara itu potensi bom-bom vulkanik dianalisis dengan membuat zona bahaya berdasarkan referensi jarak dari puncak letusan pada tahun 1963.

    Adapun analisis terhadap potensi awan panas dan lahar dingin juga dilakukan dengan memanfaatkan DAS dan tebal tipisnya kondisi kawah tetapi dengan daerah analisa yang lebih luas.

    Data yang mereka gunakan untuk penelitian ini sendiri berasal dari _SRTM (Shuttle Radar Topographic Mission)_ dan Landsat 8. Khusus pada data Landsat 8, pengolahannya dilakukan dengan koreksi radiometrik yang meliputi kalibrasi radiometrik dan koreksi atmosfer. Kalibrasi radiometrik sendiri dilakukan dengan mengubah nilai digital pada Top of Atmosphere, sementara koreksi atmosfer dilakukan dengan metode FLAASH.

    Oleh karena itu Prof. Ketut menyarankan agar seluruh penduduk yang masih berada pada zona berbahaya tetap waspada dan senantiasa memerhatikan arahan dari BPNB setempat. jo

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus