Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    NTP September Alami Kenaikan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25146.jpg

    BANDUNG-Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada September 2017 (2012 =100) sebesar 105,98 atau naik sebesar 0,58 persen dibandingkan NTP Agustus 2017 yang tercatat sebesar 105,37.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar), Dody Herlando, Selasa (3/10) menyebutkan kenaikan NTP tersebut disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga Diterima Petani (IT) sebesar 0,57 persen sementara Indeks Harga Dibayar Petani (IB) tidak mengalami perubahan indeks atau tetap.

    BPS mencatat selama September 2017 dari lima subsektor pertanian hanya satu subsektor yang mengalami kenaikan NTP, yakni NTP Subsektor Tanaman Pangan naik 2,33 persen dari 98,28 menjadi 100,58.

    Sementara empat Subsektor lainnya mengalami penurunan tertinggi terjadi pada NTP Subsektor Hortikultura turun 0,91 persen dari 112,98 menjadi 111,96, diikuti NTP Perikanan turun sebesar 0,48 persen dari 102,38 menjadi 101,90, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,35 persen dari 103,28 menjadi 102,92, dan NTP Subsektor Peternakan juga mengalami penurunan sebesar 0,35 persen dari 115,31 menjadi 114,90.

    Ditambahkan di Daerah Perdesaan Jawa Barat Konsumsi Rumah Tangga pada September 2017 terjadi deflasi sebesar 0,16 persen. Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi hanya Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,58 persen sementara enam kelompok lainnya mengalami inflasi, tertinggi terjadi pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,24 persen, diikuti Kelompok Pendidikan.

    Kelompok Rekreasi & Olahraga inflasi sebesar 0,18 persen, Kelompok Sandang inflasi sebesar 0,05 persen, Kelompok Transportasi & Komunikasi inflasi sebesar 0,03 persen, Kelompok Perumahan dan Kelompok Kesehatan inflasi yang sama sebesar 0,02 persen.  jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus