Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Demiz Sebut Laju Pertumbuhan Ekonomi Jabar Lampaui Nasional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25203.jpg
    Demiz saat diwawancara para awak media

    BANDUNG-Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu dari dua provinsi di pulau Jawa yang mampu mencatat kinerja ekonomi positif pada triwulan II 2017. Perekonomian Jawa Barat tumbuh 5,29 persen atau berada di atas Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) nasional yaitu 5,01 persen. Diiringi inflasi yang terkendali sebesar 4,31 persen. 

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menjelaskan, keunggulan Indonesia dipengaruhi oleh lingkungan makro ekonomi yang menempati peringkat 26 dunia. Hal tersebut tidak terlepas dari kontribusi Jawa Barat yang mencapai 13,08 persen terhadap LPE atau Groos Domestic Product (GDP) Indonesia yang menduduki 3 besar setelah DKI dan Jawa Timur bahkan secara manufaktur kontribusi Jabar terhadap GDP mencapai 43,03 persen.

    Provinsi Jawa Barat memiliki sumber daya manusia terbesar di Indonesia. Pada tahun 2016 jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 46,7 juta jiwa atau setara 18 persen dengan jumlah penduduk Indonesia. Tahun ini jumlah penduduk Jabar diproyeksikan mencapai 47,38 juta jiwa dengan jumlah angkatan kerja sekitar 18,79 juta jiwa. 

    "Itulah sebabnya dari 12 pilar dari daya saing global, Indonesia unggul dalam besaran pasar yang menempati posisi 9 besar di dunia,"katanya kepada wartawan di gedung Sate Bandung, Jumat (6/10/2017)

    Demiz sapaan Wagub Jabar, Deddy Mizwar mengungkapkan peningkatan pertumbuhan sektor ekonomi Jabar ditopang oleh 3 sektor utama yaitu sektor manufaktur dengan kontribusi 42 persen, diikuti sektor perdagangan dan agrikultur.

    Terkait dengan investasi di Jabar, sampai dengan semester I 2017. Jabar masih menjadi tujuan investor untuk penanaman modal asing (PMA) terbesar pertama di Indonesia dengan nilai investasi Rp33,21 triliun atau USD 2,49 miliar. 

    Demiz manambahkan provinsi Jawa Barat menjadi tujuan penanaman modal dalam negeri (PMDN) terbesar kedua di Indonesia dengan nilai investasi Rp33,21 triliun atau sekitar USD 2,49 miliar. Sekaligus menjadi tujuan PMDN terbesar kedua di Indonesia dengan investasi Rp20,89 triliun atau USD 1,57 miliar yang pertama Jawa Timur untuk PMDN. 

    "Dengan demikian total realisasi investasi di Jawa Barat  sebesar Rp54,11 triliun atau sekitar USD 4,06 miliar dengan jumlah proyek sebanyak 4.018 proyek LKPM dan penyerapan tenaga kerja sebanyak menit 101.452 orang,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus