Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Lima Kabupaten/Kota di Jabar Diminati Investor

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25206.jpg

    BANDUNG- Semester I Tahun 2017, peringkat lima besar Kabupaten/Kota yang paling diminati oleh para investor Penanaman Modal Asing (PMA) yaitu Kabupaten Karawang sebesar 41,71 persen, Kabupaten Bekasi sebesar 32,69 persen, Kabupaten Bogor (6,23 persen), Kabupaten Cirebon (3,69 persen), dan Kabupaten Purwakarta (3,52 persen).

    Sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kabupaten/Kota yang paling diminati yaitu Kota Bogor sebesar 21,91 persen, Kabupaten Karawang sebesar 21,36 persen, Kabupaten Bekasi (16,24 persen), Kabupaten Sumedang (10,53 persen) dan Kabupaten Bandung (5,67 persen).

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menjelaskan berdasarkan sektor usahanya, investasi asing di Jawa Barat paling besar ditanamkan pada sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi lain dengan rasio 34,45 persen, Industri Logam, Mesin dan Elektronika sebesar 13,51 persen, Industri Kimia dan Farmasi sebesar 7,43 persen, Industri Karet dan Plastik sebesar 7,31 persen, serta Industri Mineral Non Logam sebesar 6,14 persen.

    "PMA masih didominasi pada sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi lain," kata Wagub kepada wartawan di Gedung Sate Bandung, Jumat (6/10/2017).

    Deddy Mizwar menyebutkan, sedangkan investasi dalam negeri Wajib LKPM di Jawa Barat paling banyak ditanamkan pada sektor Industri Kertas dan Percetakan dengan rasio 20,68 persen, Transportasi, Gudang dan Komunikasi sebesar 19,83 persen, Industri Tekstil sebesar 12,05 persen, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar 10,40 persen, serta Industri Makanan sebesar 8,10 persen.

    "Untuk PMDN sampai saat ini terbesar masih sektor Industri Kertas dan Percetakan," ungkapnya.

    Sejauh ini, kata Demiz, jumlah investasi dari negara-negara Timur Tengah di Jawa Barat masih terbilang rendah. Sepuluh negara dengan investasi terbesar di Jawa Barat, diduduki oleh Jepang, Singapura, Belanda, Taiwan, Hongkong, Perancis dan British Virgins Island. Menyusul kemudian Malaysia, Korea Selatan dan Tiongkok.

    Oleh sebab itu, melalui ajang West Java Investor Forum, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengundang para investor dari negara-negara Timur Tengah, Negara-Negara ASEAN dan Anggota OKI lainnya, untuk menjadi bagian dari pelaku bisnis di Jawa Barat, mulai dari manufaktur, konstruksi, pertanian hingga pariwisata.

    Menurut Demiz sapaan Wagub Jabar, terrdapat sejumlah peluang investasi utama di Jawa Barat yang dapat dielaborasi pada ajang ini, seperti Proyek pengembangan jalur kereta api LRT Bandung Metropolitan Area dan jalur kereta api Tanjungsari-Kertajati-Arjawinangun, Proyek pembangunan pelabuhan internasional Patimban dan Indonesia Halal Hub Logistik, Proyek pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB Kertajati) dan Bandara Nusawiru di Pangandaran, Kawasan Industri yang berada di daerah Depok, Bekasi dan Karawang, Proyek pengembangan Legok Nangka Solid Waste Treatment and Disposal, Sistem penyediaan air bersih kawasan Cirebon Raya, dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini (PLTM) Cikembang.

    "Termasuk proyek pengembangan kawasan Wisata (Hotel, Restoran dan fasilitas pendukung lainnya) di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu," ujar Demiz.

    Demiz menambahkan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar memiliki komitmen yang kuat untuk menghadirkan kemudahan usaha dan terus mendorong terpeliharanya iklim usaha yang kondusif di Jawa Barat, sehingga diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif yang lebih merata.

    Hal ini antara lain kami upayakan melalui inovasi penerapan 3-Hours Investment Licensing Service, dimana investor dapat memperoleh izin pembangunan proyek investasi di kawasan industri dalam waktu 3 jam, penguatan daya dukung infrastruktur, ketersediaan energi, kepastian waktu dan biaya, menghilangkan hambatan usaha, serta dukungan lainnya untuk meningkatkan investasi di Jawa Barat.

    "Proyek-proyek investasi yang kami tawarkan, pada hari ini dibuka beberapa booth yang merepresentasikan masing-masing proyek investasi, dan juga Business Matching untuk memfasilitasi komunikasi yang lebih mendalam antara para calon investor dengan para project owner. Selain itu, pada ajang ini turut pula dipamerkan produk teh lokal (Mimi Tea dan Teh Walini), serta kopi lokal Gunung Puntang yang sudah mendapat pengakuan dunia sebagai kopi terbaik pada ajang internasional di Amerika Serikat," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus