Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    RRI dan Pemkab Bandung Siarkan Saresehan Kebangsaan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25329.jpg

    KABBANDUNG-RRI Bandung bekerjasama dengan Pemkab Bandung dan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI menyiarkan secara langsung Saresehan Kebangsaan bertajuk Ngopi Bareng Warga dengan tema ‘Bersama dalam Keberagaman untuk Memperkokoh NKRI’ yang bertempat di Gedung Dewi Sartika Soreang, Kamis (12/10).

    Wakil Bupati Bandung H. Gun Gun Gunawan, S.Si., M.Si., sebagai salah satu narasumber mengemukakan bahwa Kabupaten Bandung memiliki jumlah penduduk kedua terbanyak dan merupakan kabupaten kedua terluas di Jawa Barat. Dengan banyaknya penduduk yang tersebar di wilayah yang cukup luas menjadikan Kabupaten Bandung berpotensi konflik.

    “Beragamnya penduduk dari berbagai suku di wilayah Kabupaten Bandung telah diantisipasi pemerintah daerah dengan membentuk beberapa komunitas antara lain Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang memfasilitasi komunikasi lintas suku, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang menjembatani masyarakat lintas agama dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk mengantisipasi wilayah rawan bencana dan wilayah rawan pergesekan sosial,” terang Gun Gun.

    Komunitas-komunitas tersebut menurutnya sangat membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas masyarakat Kabupaten Bandung. Dia menambahkan seharusnya masyarakat jangan bersembunyi di balik keberagaman dan perbedaan, dan keadilan jangan hanya dimiliki seseorang atau kelompok tertentu saja.

    “Karakter Sabilulungan yang menjadi motto Kabupaten Bandung bisa mengikat masyarakat lahir maupun bathin baik dalam pembangunan maupun dalam menyelesaikan suatu permasalahan terutama masalah keberagaman dan perbedaan,” lanjutnya.

    Lingkungan yang kondusif akan tercipta jika keberagaman dan perbedaan dikelola dengan komunikasi yang baik. Sebenarnya kata Dia, negara sudah memiliki payung hukum yang kuat selain agama, yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang mengatur bagaimana berbangsa dan bernegara.

    “Namun yang jadi permasalahan adalah ketika kita tidak saling mengenal, tidak bisa menempatkan perbedaan itu baik dari segi bahasa, agama, karakter dan budaya, dan disinilah forum-forum tadi mengambil perannya,” kata Dia.

    Semua orang dimanapun berada, dari manapun asalnya dan apapun etnisnya, harus mentaati aturan yang diterapkan di tempat menetapnya. Begitu pula jika ingin menetap di Kabupaten Bandung, kata Dia, pemerintah daerah mewajibkan seluruh masyarakat untuk mendaftarkan status kependudukannya.

    “Semua penduduk harus terdaftar di dinas kependudukan sebagai warga yang sah agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat,” pungkas Gun Gun.

    Acara Saresehan yang dipandu moderator Dedi Riyatama dan disiarkan di 97,6 Pro 1 FM dan 540 Pro 4 AM tersebut diawali dengan menampilkan sketsa dalam bentuk fragmen mengenai keberagaman suku dalam keseharian warga, yang mana masing-masing warga membawa karakter budaya dari daerahnya masing-masing sehingga terjadi benturan saat keberagaman tersebut dipertemukan.

    Selain Wabup hadir pula sebagai nara sumber Perwakilan KODIM 0609 M.Si., Mayor (Inf.) Mamin  Masturi, S.Ip., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bandung Drs. H. Eri Ridwan Latief, M.Ag., Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bandung Drs. H. Rukman Rukmana, M.M., dan Ketua Paguyuban Seniman Budayawan (Paseban) Kabupaten Bandung H. Heri Heryadi serta dihadiri para peserta dari berbagai elemen masyarakat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus