Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ramainya Arak-arakan Tasikmalaya October Festival

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25358.jpg

    KOTA.TASIKMALAYA-Kota Tasikmalaya, Minggu (15/10) sungguh berpesta. Pasalnya, hari itu berlangsung arak-arakan atau pawai seni dan budaya yang ditonton oleh puluhan ribu warga Kota Tasikmalaya dan sekitarnya yang tumplek memenuhi ruas jalan KH.Zaenal Mustofa Kota Tasikmalaya. Sebanyak 31 perangkat daerah dan sepuluh kecamatan ditambah berbagai organisasi kemasyarakatan, ikut ambil bagian dalam festival ini dengan menampilkan berbagai kostum berkonten lokal.

    Kostum berkonten lokal yang menjadi asesoris itu, diantaranya, payung khas Tasik, Kelom Geulis, berbagai kerajinan tangan berbahan mendong dan bambu, kostum pakaian bermodel bordir dan batik khas Tasikmalaya yang didesain berwarna-warni.

    Ara-arakan atau semacam karnaval ini bergerak sepanjang 500 meter dengan start dari depan Masjid Agung Tasikmalaya menuju panggung utama. Di panggung utama sudah menunggu Walikota Tasikmalaya, para anggota Forkominda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, perwakilan pejabat dari Kementrian Pariwisata dan para delegasi dari berbagai negara seperti : Palestina, Jerman, Philipina, dan Malaysia. Serta utusan dari berbagai provinsi, diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten. 

    Kemeriahan Tasikmalaya October Festival ini menjadi lengkap dengan adanya penyajian 500 payung yang digantung sepanjang 50 meter. Selain itu, diramaikan pula dengan diselenggarakannya Pameran Produk yang diikuti sekitar 150 peserta yang datang dari beberapa negara, beberapa provinsi dan dari lingkup Kota/Kab Tasikmalaya.

    Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman, dalam sambutan pembukaan Tasikmalaya October Festival mengemukakan, bahwa kegiatan Tasikmalaya October Festival (TOF) merupakan ajang promosi Kota Tasikmalaya. "Memperlihatkan kepada dunia", bahwa Tasikmalaya bisa jadi destinasi wisata dunia, karena memiliki produk-produk unggulan termasuk kawasan wisatanya, ujarnya. 

    Penyelenggaraan TOF ini menjadi kegiatan yang terintegrasi antara karnaval seni dan budaya, dan trading (perdagangan) melalui event pameran, jelasnya.

    Ini untuk yang kelima kalinya, dan ditahun mendatang akan lebih ditingkatkan lagi dari aspek manajemen penyelenggaraan dan kualitasnya, pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus