Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rombongan Menteri LH dan Kehutanan diterima Bupati di Rancakalong

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25548.jpg

    Menutup agenda yang harus dilaluinya hari itu, Bupati Sumedang H. Eka Setiawan menerima kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bakar, yang mana kedatangan Menteri LHK saat itu diterima di Kantor Kecamatan Rancakalong pada Sabtu, (28/10/2017) sore. Pada kunjungan kerja sehari yang dilakukan Menteri LHK beserta rombongan ke Kabupaten Sumedang saat itu diketahui adalah untuk melakukan survei hutan desa yang berada di desa Pangadegan Kecamatan Rancakalong, dimana saat ini hutan milik desa Pangadegan dengan luas sekitar 68 hektare tersebut, sebagian dari lahannya menjadi sebuah perkebunan kopi yang termasuk ke dalam jenis Kopi Buhun, dan dinilai mempunyai potensi menjadi sebuah komoditas unggulan.

    "Sebelumnya kami mohon maaf apabila kedatangan kami terbilang mendadak dan pasti telah membuat repot di daerah ini (Sumedang)," ujarnya. Dituturkan Siti, kunjungan dirinya ke Kota Tahu juga sebagai persiapan terkait rencana kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Sumedang yang akan bertemu dengan para petani khususnya terkait pemanfaatan hutan milik desa dalam program Perhutanan Sosial yang diinisiasi oleh Kementerian LHK RI.
    “Kunjungan hari ini dalam rangkaian tugas yang diberikan oleh Presiden untuk melihat secara langsung kondisi eksisting hutan di daerah Pangadegan yang saat ini sebagian besar lahannya dipergunakan untuk budidaya kopi, sekaligus juga untuk menentukan apakah pertemuan Pak Presiden dengan para Petani nantinya dilakukan di lokasi perkebunan kopi di daerah Pangadegan ataukah di tempat lainnya,” ujar Siti Nurbaya Bakar.
    Selanjutnya, seusainya Menteri Siti Nurbaya yang didampingi Bupati Eka beserta jajaran melaksanakan kunjungan lapangan ke tempat perkebunan kopi 'buhun', tepatnya di Desa Pangadegan, dikatakan Bupati Eka bahwa kemungkinan pertemuan Presiden dengan para pelaku usaha perkebunan akan dilaksanakan di Kawasan Induk Pusat Pemerintahan Sumedang saja.
    Pasalnya, setelah kunjungan lapangan yang ia lakukan bersama Menteri LHK sebelumnya ke Pangadegan, tidak dimungkinkannya untuk melaksanakan kegiatan di tempat tersebut karena medan yang harus dilalui lumayan berat, mengingat akan banyak pula para pelaku usaha perkebunan yang datang dari luar wilayah Sumedang seperti dari Garut, Bandung dan Majalengka, sehingga dianggap riskan untuk menggelar acara di sana terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan yang membuat medan jalan akan semakin berat untuk dilalui.
    "Ya, tadi setelah kita melakukan peninjauan lapangan bersama Ibu Menteri (LHK), ternyata jalan menuju lokasi perkebunan kopi di Pangadegan lumayan berat untuk dilalui. Oleh karena itu, kita akan coba mengusulkannya untuk dilaksanakan di IPP, dan saat ini tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang membahas serta melakukan persiapan di sana (IPP) Sekretariat Daerah Kab. Sumedang, untuk melihat berbagai kemungkinan pelaksanaan kegiatan nantinya. Mudah-mudahan saja kedatangan Presiden ke Sumedang kali ini bisa terwujud," tukasnya.
    Sementara itu, ditemui selepas melakukan koordinasi bersama tim dari Kementerian LHK di IPP Setda, Sekda Zaenal Alimin menerangkan bahwa setelah sebelumnya dirinya berkoordinasi terkait teknis kunjungan Presiden ke Sumedang, selanjutnya pada Senin (30/10/2017) besok lusa dirinya akan mengundang stakeholder terkait seperti dari unsur TNI/POLRI yang ada di wilayah Pemkab Sumedang guna melakukan rapat koordinasi menyangkut persiapan segala sesuatunya termasuk teknis acara hingga pengamanan jalur kedatangan Presiden, yang menurut rencana juga akan dihadiri oleh tak kurang dari seribu orang peserta yang merupakan para pelaku usaha perkebunan yang datang dari beberapa daerah di Jawa Barat. "Kalau tidak ada halangan, nanti beliau (Presiden) akan datang ke Sumedang. Untuk itu sebelumnya kita akan melakukan rakor bersama seluruh stakeholder terkait termasuk bersama pihak Paspampres yang akan datang esok hari bersama Protokol Istana, sehingga pada hari pelaksanaan acara semuanya berjalan aman dan lancar," terangnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus