Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mall Harus Waspada akan Ancaman Bencana Kebakaran

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25595.jpg

    BANDUNG-Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung, Asep Saepudin mengatakan pengamanan mal dalam mengantisipasi bahaya kebakaran mutlak dilakukan. 

    Hal ini penting mengingat keberadaan mall mengundang banyak pengunjung setiap harinya. Terlebih, saat ini potensi kebakaran banyak terjadi dalam setiap waktu.  

    "Ini penting bagi siapapun termasuk masyarajat sekitarnya,"katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (1/11/2017) 

    Untuk mengantisipasi kebakaran, Damkar dan pihak mal melakukan simulasi kebakaran bekerjasama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung di pelataran BIP, Jalan Merdeka, Kota Bandung.

    Menurut Asep, simulasi kebakaran ini idealnya dilakukan secara rutin setiap setahun sekali. Hal ini sejalan dengan Undang Undang Keternagakerjaan yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

    "Minimalnya setahun sekali bahkan kalau bisa setahun dua kali diadakan simulasi kebakaran,"ujar Asep.

    Materi yabg diberikan dalam simulasi pada umumnya disesuaikan dengan kondisi gedung. Misalnya, kata Asep di dalam sebuah mall atau gedung harus terpasang sarana proteksi kebakaran  seperi terdapat hydrant pilar maupun box, alarm penanda bencana dan springler. 

    "Dan yang terpenting mereka harus tahu cara penggunaan alat-alat proteksi kebakaran,"tegasnya. 

    Adapun, Marketing Komuniccations Manager Bandung Indah Plaza (BIP), Andri Wibowo pihaknya sangat konsen dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung BIP. Salah satunya dengan meningkatkan kesiagaan jika suatu saat terjadi kebakaran. 

    "Kami sangat menghargai nyawa pengunjung kami," kata Andri

    Hal ini, kata Didie, menjadi agenda wajib dan rutin yang dilakukan. Pihaknya sangat menekankan pentingnya kesiagaan dalam menghadapi peristiwa tersebut.

    Standarisasi keamanan gedung dan ketersediaan alat pengamanan menjadi hal utama yang dipenuhinya. Setiap ruangan di BIP, kata Didie, telah dilengkapi dengan sensor dan alat pemadam api. Termasuk tenant di BIP pun telah memiliki alat pemadam api ringan (APAR). 

    "Kami mewajibkan setiap tenant memiliki APAR," ujarnya.

    Tidak hanya itu, melalui simulasi ini pun, pihaknya berharap karyawan di setiap tenant memiliki pengetahuan terkait pengamanan saat terjadi peristiwa tersebut. Setiap karyawan memiliki pengarahan dan pengetahuan terkait langkah-langkah yang harus dihadapi saat menghadapi kebakaran.

    "Jika terjadi kebakaran, tim tanggap darurat harus di-support oleh karyawan tenant. Bagaimana evakuasinya. Jadi suasana panik bisa kita hindari, karena tenant sudah siap semuanya," katanya.

    Setiap karyawan, kata dia, harus dibiasakan menghadapi peristiwa tersebut. Hal ini sangat penting mengingat petugas pemadam kebakaran tidak mungkin hadir tepat waktu untuk mengatasi.

    "Mereka harus dibiasakan, agar pada saat terjadi, mereka sudah biasa. Pemadam ditelepon, belum tentu datang. Otomatis kita harus punya tanggap darurat," katanya.

    Dia menambahkan, kesiagaan ini menjadi syarat mutlak yang ditetapkan pemerintah kepada setiap tempat-tempat hiburan dan belanja. Selain bahaya kebakaran, BIP  juga mengantisipasi bahaya-bahaya lain, seperti kerusuhan, teroris dan gempa.

    "Pemkot Bandung mewajibkan pengamanan di setiap gedung,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus