Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ahyar, Selama 35 Tahun Menderita Penyakit Tumor

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/tumor.jpg

    Sungguh malang nasib Ahyar (35) yang di karunai dua anak, warga Kampung Cibunar RT 05 RW 02, Desa Cisarua, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, hampir 35 tahun penyakit tumor menggerogoti sebelah wajah kanan,  menagkibatkan ia tidak dapat melihat dengan normal karena matanya tertutupi tumor sebesar bola sepak, bahkan  setiap harinya tak henti-henti mengeluarkan air nanahnya dibarengi dengan rasa sakit.

    Ahyar menceritakan ikhwal kejadian menimpanya, sejak berumur 2 bulan mengalami kecelakaan keningnya terbentur botol kecap, tidak lama kemudian timbul benjolan sebesar buah kemiri di keningnya. Sejak itulah tumor itu kian hari kian membesar hingga sekarang .

    Menurut Ny. Ao (30), Istri Ahyar, saat ditemui di rumahnya yang terbuat dari bambu berukuran 3x4 m2, meski hidup dengan keadaan seperti itu, ia tetap bertawakal dan tabah, namun semangat bekerja sebagai buruh serabutan meski hanya dibayar Rp 15.000 per hari. “Itupun kalau ada yang menyuruh, kalau tidak ya terpaksa gigit jari”, ujarnya.

    Masih menurut Ny. Ao, tahun 2008 suaminya pernah di bawa berobat ke Puskesmas setempat dan di rujuk ke RS dr. Slamet Garut, namum saat itu pihak rumah sakit menyarankan berobat ke RSU Hasan Sadikin Bandung dengan alasan tidak ada alat-alat untuk menangani penyakit tumor.

    “Karena tidak punya biaya dan belum memiliki kartu jamkesmas untuk berobat ke RSU Hasan Sadikin Bandung, kami  terpaksa pulang ke rumah” cerita Ao sambil meneteskan air matanya.

    Meski sekarang sudah memiliki kartu Jamkesmas, namun belum pernah sekalipun digunakan untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung, karena menyangkut biaya transportasi dan makan selama berobat di rumah sakit.       

    Ny. Ao berharap ada perhatian dari dermawan atau instansi pemerintah terkait kondisi suaminya, sehinga bisa segera operasi ke RS Hasan Sadikin Bandung . ”Saya kasihan setiap harinya suami saya harus menahan rasa sakit ”, pungkasnya  (YAN-/KUS-Medikom)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus