Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kabupaten Garut Segera Implementasikan Program Inovasi Desa

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25880.jpg

    Dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan di desa melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas Kementerian Desa PPDT bersama Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Garut, meluncurkan Program Inovasi Desa (PID).

    PID merupakan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan, khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, serta Infrastruktur Desa.

    Dana Desa menumbuhkan kebutuhan jasa layanan teknis yang beragam yang tidak dapat dipenuhi oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait dan pendamping professional. Sementara itu, Desa memiliki keterbatasan dalam mengakses penyedia jasa layanan teknis professional yang berasal dari lembaga swadaya masyarakat, Universitas, Asosiasi profesi dan perusahaan. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan pasar akan jasa layanan teknis dalam mendukung pembangunan desa.

    Menurut Kepala Bidang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Jeje J. Abidin S.STP, M.Si, sampai saat ini penggunaan dana desa masih berfokus pada infrastruktur fisik. Tahun 2016, Pengunanan Dana Desa di Indoensia, dari 7 bidang kegiatan hampir 81,22 % dialokasikan untuk sarana parasarana desa, siasanya 6 bidang antara 1,46 % hingga 7,09 % digunakan pada bidangpemernuhan kebutuhan dasar, pengembangan potensi ekonomi lokal, penyelenggaraan pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemasyarakatan, hingga pengembangan SDA dan Lingkungan berkelanjutan.

    Untuk itu dibutuhkan langkah nyata untuk memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan  secara partisipatif. Kabupaten Garut sendiri kini tengah berbenah dalam upaya mengembagkan p[rogram inovasi desa. “Kami sudah lakukan sosialsiasi, serta pembentukan TPID (Tim Pelaksana Inovasi Desa), serta hari kami bentuk Tim Inovasi Kabupaten”, ujar Jeje di sela-sela Acara Sosialisasi Program Inovasi, di Aula DPMD, Rabu (15/11).

    Menurut Jeje, salah satu strategi yang dikembangkan dalam Program Inovasi dan Pengelolaan Pengetahuan Desa adalah memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif. Sebagai bentuk dukungan kepada desa-desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi yang mendorong peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat, maka program ini akan disediakan dana operasional kegiatan (DOK) Inovasi dan Pengelolaan Pengetahuan yang dialokasi untuk setiap kecamatan lokasi program. 

    “Kabupaten Garut mendapat kedua terbesar setelag Kabupaten Sukabumi dengan nilai DOK Rp 2.012 Milyar untuk 421 desa”, katanya. DOK tersebut diperuntukkan 20 % untuk Bursa Inovasi Desa di kabupaten, sedangkan 80 % diperuntukkan bagi Proses Pengelolaan Pengentahuan dan Inovasi di Desa, seperti Peningkatan kapasitas Tim Inovasi Desa, Operasional transportasi Tim Inovasi Desa, Administrasi Keuangan dan Pelaporan, Penyelenggaraan Musyawarah Antar Desa, Dukungan kepada Desa yang akan melakukan replikasi seperti: pelatihan teknis, lokakarya pembelajaran inovasi, pembiayaan tenaga ahli/ pakar dan atau penyedia layanan teknis, Pendokumentasian kegiatan yang dinilai inovatif (cetak, foto, video), dan Diseminasi atau penyebarluasan inovasi (radio, sosialisasi, festival inovasi).

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus