Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kopi Kab.Bandung Harus Diindustrialisasikan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26075.jpg

    KAB.BANDUNG-Direktur direktorat IKM pangan, barang dari kayu dan furniture Kementrian Perindustrian Dr.Ir Sudarto,MM akan melakukan pembinaan dengan melibatkan komunitas petani agar sasaran untuk peningkatan perindustrian sector kopi lebih cepat. “Pembinaan yang kami lakukan melalui pendekatan komunitas, akan lebih efektif produktif dan lebih prospektif. Industry akan mengolah sumber daya alam berbasis  pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan,  dan ESDM, jelas Sudarto.

    Hal demikian ia ungkapkan saat menghadiri acara bimbingan teknis produksi industry kecil kopi di Jawa Barat, yang berlangsung di Hotel Antik  Soreang, Sabtu (25/11). 

    Secara teknis, Dia mengungkap, dengan hadirnya perindustrian akan sangat berpengaruh pada nilai jual. “ begitu diindustrialisasi 1 kali roasting selama 15 menit, jika dimanfaatkan efektif 1 jam bisa 4 kali roasting hasilnya 4 kilo kopi. Kalau ada warkopnya, 1 cangkir 10 gr,  4 kilo   bisa menghasilkan 400 cangkir, berapa nilai rupiah yang bisa didapat,” ungkapnya.

    Di kabupaten Bandung kata Dia, Kebon Kopi tersebar di berbagai kecamatan yang terletak di dataran tinggi. Mulai dari Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cicalengka, Nagreg, Ibun, Kertasari, Pangalengan, Cimaung, pasirjambu, rancabali dan Ciwidey. “Selain itu, ada juga di Pacet, Soreang,  Ciparay dan Arjasari, dengan luas area perkebunan rakyat untuk kopi arabika di kabupaten Bandung,  tahun 2014 tercatat sekitar 10.273 hektar dengan produktivitas 1017 kilo per hektar,” ungkap Dia.

    Dengan adanya potensi tersebut lanjutnya, pada tanggal 22 sampai 25 November 2017 Dirjen IKM (Indistri Kecil menengah) kementerian perindustrian, melakukan pengembangan industri kopi di kabupaten Bandung melalui peningkatan SDM bidang roasting dan cuping. 

    Sedangkan untuk menjamin kegiatan pertumbuhan penumbuhan  kopi diperlukan pembinaan di sektor petani kopi, agar menghasilkan green bean yang berkualitas di kabupaten Bandung.

    “Kegiatan serupa juga telah dilakukan di daerah-daerah penghasil kopi unggulan seperti Lampung, Jambi, Sumbawa dan daerah potensial lainnya. Saya harap, kegiatan ini dapat mendorong minat masyarakat untuk mengembangkan industri kopi dan menengah. Kedepan kami akan terus melanjutkan berbagai program dan kegiatan, untuk pengembangan iklim kopi di Indonesia dengan fokus pada pertumbuhan wirausaha baru di seluruh sentra potensial yang mempunyai standar kompetensi kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus