Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    200 Orang Perwakilan Ponpes Se-Kabupaten Sumedang Ikuti Holaqoh

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26099.jpg

    Sumedang-Sebanyak 200 orang yang merupakan utusan dari sejumlah pondok pesantren mengikuti Halaqah (Pertemuan) Pimpinan Pondok Pesantren Se-Kabupaten Sumedang Tahun 2017 yang diselenggarakan di Aula Tampomas Gedung Induk Pusat Pemerintahan, Senin (27/11).

    Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan, unsur Forkopimda, Asisten Pembangunan, H.Amim,MM, Kepala Kantor kemenag Kab. Sumedang, H. Hasen, S. Ag, M. Si, unsur Forum Pimpinan Pondok Pesantren, ketua MUI Kab. Sumedang serta tamu undangan lainnya.

    H. Agus Suherman,S.Sos, M.Si selaku ketua panitia mengatakan dasar diselenggarakannya Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren Se-Kabupaten Sumedang adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Sosial, Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2017 Tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Satuan pendidikan Muadalah pada pondok pesantren serta Keputusan Bupati
    Sumedang Nomor 451.3/KEP.422-HUK/2017 Tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Kegiatan Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren Se-Kabupaten Sumedang Tahun 2017.

    ‘’Maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturahmi para pimpinan pondok pesantren dengan pihak umaro dan masyarakat agar tetap memiliki tanggung jawab bersama dalam membina mental spiritual masyarakat Kabupaten Sumedang serta untuk meningkatkan peran serta para pimpinan pondok pesantren dalam pembangunban keagamaan,”katanya.

    Sementara itu Ketua Forum Pondok Pesantren, Drs. Sohibin, M. Si, M. Ag menyampaikan bahwa pondok pesantren yang ada di Kabupaten Sumedang diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan sosial serta sebagai mitra pemerintah (UMARO) dalam membina mental spiritual masyarakat demi tercapainya visi Sumedang.

    “Mudah-mudahan, dengan diselenggarakannya halaqah ini bisa mempererat tali silaturahmi antar pimpinan pondok pesantren dan juga dapat memberikan bekal wawasan dan informasi bagi para pimpinan pondok pesantren dalam upaya menjadikan pondok pesantren sebagai lembaga yang aplikatif, akomodatif dan selektif terhadap perkembangan zaman
    yang semakin maju,’’ujarnya.

    Senada dengan Sohibin, Bupati Eka dalam sambutannya mengatakan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan dipandang memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya membangun kesalehan sosial di Kabupaten Sumedang.

    Menurutnya, kegiatan sepereti Holaqoh tersebut memiliki peran strategis sebagai bentuk implementasi visi dan misi RPJPD Kabupaten Sumedang yakni Kabupaten Sumedang Sejahtera, Agamis, dan Demokratis pada Tahun 2025 atau disebut juga Sumedang Sehati.

    “Selain bergerak di bidang pendidikan Agama, pesantren juga dituntut untuk bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, sosial, budaya dan juga dalam hal pemberdayaan masyarakat. Pasalnya, hal tersebut merupakan fungsi penting dari pesantren yang harus dapat direalisasikan di tengah-tengah masyarakat,’’kata Eka.

    Dikatakan Eka lebih lanjut, keberadaan pondok pesantren diharapkan bisa lebih komunikatif terhadap dunia luar, terutama dalam rangka meningkatkan kredibilitas Sumber Daya Manusia dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat.

    “Saya selaku pimpinan daerah mengajak para pimpinan pesantren untuk memanfaatkan momentum ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dan juiga dapat kita manfaatkan sebagai ajang untuk merumuskan berbagai hal yang dapat memberikan kemanfaatan optimal untuk pembangunan di Sumedang,’’kata Eka diakhir sambutannya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus