Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    2040, Sebanyak 642 Juta Penduduk Dunia Akan Mengalami Diabetes

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26203.jpg
    Saat pemeriksaan gula darah secara gratis

    ARUT-Peringatan Hari Diabetes Nasional Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2017 diperingati di Lapang Oto Iskandardinata Alun-alun Garut, Jum'at (1/12) bersamaan dengan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Pada acara itu dilakukan senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis. 

    Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Kementrian Kesehatan Republik lndonesia dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Dalam melayani test gula darah gratis, penyelenggara dibantu pihak Universitas Padjadjaran. Hadir Bupati Garut H. Rudy Gunawan SH., MH., MP., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr.H. Teni S. Rifai,  Ketua TP PKK Kabupaten Garut Hj. Diah Kurniasari,  dan Camat Kecamatan Garut Kota.
        
    Bupati Garut Rudy Gunawan dalam kesempatan tersebut kembali mengingatkan semua warga Garut untuk melakukan rutinitas olah raga minimal 5 menit  setiap hari dan makan teratur serta mengkonsumsi buah-buahan. Lebih lanjut H. Rudy Gunawan memandang pentingnya pengecekan rutin kesehatan untuk pencegahan sejak dini. "Karena yang namanya penyakit banyak kita tidak sadari bahkan kita sering menyepelekannya, jadi jangan sampai sudah terjadi penyakit baru menyadari pentingnya kesehatan". katanya. 

    International diabetes Federation memperkirakan, pada 2040, sebanyak 642 juta penduduk dunia akan mengalami diabetes dengan jumlah prediabetes 2 sampai 3 kali lipatnya.

    Sementara itu, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menemukan, prevalensi pencetus diabetes militus tipe 2 (DMT2) Indonesia sebesar 6,9 persen dan prevalensi prediabetes mencapai 2 sampai 3 kali lipat jumlah penderita diabetes. di Jawa Barat sendiri, angka kejadian diabetes mencapai  4,2% dengan jumlah prediabet sebesar 7,8%. Penderita diabetes (diabetesi) di Indonesia termasuk yang terbanyak di dunia. Bahkan berdasarkan data dari Diabetes Atlas IDF tahun 2010, Indonesia menduduki peringkat sembilan dengan 7,6 juta penduduk menderita diabetes.
        
    Pola makan dan pola hidup yang serupa seperti saat ini, dikhawatirkan  pada 2020 posisi Indonesia akan naik ke peringkat enam sebagai negara dengan penderita diabetes terbanyak. 
        
    Diabetes Atlas IDF memperkirakan Indonesia akan memiliki sekitar 12 juta penduduk yang menderita diabetes. Ini merupakan satu epidemik yang mengerikan bahkan kini sudah menyerang usia anak-anak. Sekitar dua juta remaja atau sekitar satu dari enam remaja gemuk dengan usia 12 hingga 19 tahun, sudah memasuki tahap pre-diabetes. Pola makan anak yang tidak sesuai dengan pola makan seimbang sehat dengan memilih makanan tinggi lemak dan kalori seperti makanan siap saji, jelas memicu terjadinya diabetes. Pemicu lainnya, adalah kurang aktivitas fisik di luar ruangan, tidak olahraga, muncul kegemukan atau obesitas.

    Kurangnya berolahraga, akan membuat energi berlebih dari asupan kalori tidak tersalurkan. Hal ini akan menyebabkan sisa energi tersimpan di tubuh dalam bentuk lemak yang memicu obesitas yang menyebabkan resistansi insulin dan lalu memicu diabetes tipe II

    Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menghimbau, jika dijumpai tanda mencurigakan pada anak, sebaiknya dilakukan skrining (penapisan) sindrom metabolik dan diabetes pada anak dan remaja. Skrining sangat membantu diagnosis dan tata laksana dini.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus