Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BPBD Jabar Siapkan Dua Program Penanganan DAS Citarum

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26393.jpg

    BANDUNG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyiapkan dua program untuk menyelesaikan persoalan yang ditimbulkan daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

    Kepala pelaksana BPBD Jabar, Dicky Saromi menjelaskan pihaknya akan mengurangi persoalan DAS Citarum dengan cara struktural dan non struktural. Ada dua langkah struktural yang harus dilakukan yakni, dengan memperlancar aliran sungai di Curug Jompong. Selain itu, akan membangun kolam retensi di tiga wilayah yang rawan bencana banjir seperti Bale Endah.

    "Di daerah yang rawan banjir akan dibuat kolam retensi. Salah satunya di Bale Endah,"kata Dicky kepada wartawan di Bandung, Senin (11/12/2017)

    Sedangkan solusi non struktural, BPBD Jabar akan merubah mindset atau pola pikir masyarakat sehingga timbul kesadarannya dalam menjaga kapasitas sungai.

    "Kalau non struktural lebih kepada mengajak masyarakat agar menjaga kapasitas sungai,"ungkap Dicky.

    Berkenaan dengan hadirnya aplikasi Flood Early Warning and Early Actions System (FEWEAS) yang diciptakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Dicky menilai bahwa aplikasi tersebut tidak semua dimiliki oleh seluruh wilayah di Indonesia.

    "Aplikasi FEWEAS dibuat untuk mengantisipasi bencana banjir yang ditimbulkan oleh sungai Citarum. Tentu ini sangat bermanfaat,"ujar Dicky

    Seperti diketahui, jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat terbilang tinggi yaitu sekitar 47 juta jiwa. Sehingga, pemerintah memprioritaskan mitigasi bencana yang disebabkan faktor cuaca. 

    Menurut Dicky, dari 40 daerah aliran sungai yang ada di Indonesia, Citarum 
    masih dihadapi pada berbagai persoalan. Salah satunya bencana banjir yang sering terjadi di musim penghujan. "Melalui aplikasi ini akan berkontribusi banyak terutama dalam menurunkan resiko bencana,"imbuh Dicky

    Selain itu, guna menyelesaikan permasalahan Citarum, BPBD Jabar
    Jabar juga memiliki program menaikan kapasitas yakni meningkatkan kelembagaan, sumber daya manusia (SDM) dan peralatan; pengelolaan bencana dan manajemennya serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). 

    Dia menyebutkan dengan adanya aplikasi FEWAS tersebut, sejalan dengan iptek yang digulirkan oleh BPBD Jabar. Pasalnya, peringatan dini merupakan bagian meminimalisir resiko bencana. 

    "Kami merasa kabar gembira bagi semua dengan adanya aplikasi ini. Yang terpenting, setelah acara ini selesai kami akan menerapkan menjadi bagian dari iptek mengurangi bencana di Jawa Barat khususnya di sungai Citarum,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus