Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    KPU: Pilkada Jabar, Ajang Kompetisi yang Sehat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26563.jpg

    BANDUNG-Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Jawa Barat, Nina Yuningsih mengatakan, pemilihan kepala daerah (pilkada) Jabar merupakan ajang kompetisi pesta demokrasi yang sehat.

    Dia menilai meskipun terjadi persaingan. Namun pada pelaksanaan pilkada serentak di Jawa Barat harus berlangsung secara damai dan tidak menimbulkan konflik.

    "Pilkada memang pesta kompetisi dan setiap kompetisi itu wajar bersaing. Tapi harus bersaing dan berkompetisi dengan sehat,"kata Nina kepada wartawan di Bandung, Selasa (19/12/2017)

    Mantan Komisioner KPU Sumedang itu juga menyinggung banyak hal terkait pelaksanaan Pilkada serentak di Jawa Barat. Seperti pentingnya semua penyelenggara dari KPU Jabar, Kab/Kota, PPK dan PPS bertugas secara profesional, berintegritas, netral dan transparan. Hal itu penting diterapkan guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara. 

    Nina juga mengajak seluruh penyelenggara agar menjauhkan niat yang tidak baik selama proses pilkada berjalan. "Diharapkan semua proses pilkada serentak di Jabar berjalan baik dan sehat agar nantinya tidak mencederai banyak pihak,"imbuh Nina

    Ditanya soal KPU Kota Bogor yang mengusung tagline BERSAHABAT, Nina menilai menanamkan persahabatan itu sama saja menumbuhkan silaturrahmi. Sehingga, persahabatan dalam pilkada di Bogor akan menghindarkan dari nuansa yang mencekam. 

    "Semoga tagline bersahabat itu menimbulkan semangat berkompetisi yang sehat di Bogor, termasuk Jawa Barat," jelas Nina.

    Dia menyebutkan  KPU Bogor memiliki tren positif. Sebab dari beberapa pelaksanaan pilkada partisipasi pemilihnya terus memperlihatkan peningkatan. 

    "Seperti di Pemilu 2014 lalu, bisa menembus diangka 78%,"ujar Nina

    Dengan angka itu,Nina berharap KPU Bogor bisa mempertahankan partisipasi warga Kota Bogor. Bahkan harus lebih tinggi dari angka partisipasi pemilu 2014. "Saya ingin mengingatkan jangan sampai angka yang tidak memilih lebih banyak dibanding perolehan suara pemenang,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus