Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    2017, Kepesertaan KB Jabar Meningkat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26609.jpg

    BANDUNG-Jumlah kepesertaan Keluarga Berencana (KB) tingkat Provinsi Jawa Barat mencapai 63 persen pada 2017. 

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan usia perkawinan di Jabar asalnya di rata-rata 18,8 tahun. Namun sejak 2016, usia perkawinan rata-rata naik menjadi 20 tahun lebih. 

    "Jadi semakin dewasa usia ber KB pada masyarakat Jawa Barat,"kata Gubernur Jabar kepada wartawan di sport Jabar, Arcamanik Bandung, Kamis (21/12/2017)

    Kenaikan angka usia perkawinan tersebut berdampak pada indeks kebahagiaan keluarga sehingga tingkat perceraian pun semakin berkurang karena salah satu pemicu perceraian yakni angka pernikahan usia muda.

    "Pasangan suami-istri yang masih berusia muda belum stabil emosinya sehingga sering kali terjadi konflik di kehidupan rumah tangga yang berakibat terjadinya perceraian,"ungkap Aher.

    Dampak lain dari perkembangan kependudukan di Jabar yaitu, tingginya angka pendidikan di Jawa Barat. Aher menerangkan jika masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan maka akan berdamoak juga dengan angka kecerdasan warga.

    "Pasti kalau kependudukannya bagus maka perhatian masyarakat akan menyekolahkan anaknya ke tingkat yang lebih tinggi akan lebih baik lagi,"tutur Aher.

    Dia mengimbau kepada Tim penggerak Kelurahan (TPK) dan Tim Penggerak Desa (TPD) untuk bekerja dengan profesional seperti tekun, rajin, ulet dan mengabdi kepada masyarakat, tentang kependudukan baik itu terkait dengan usia perkawinan, jumlah anak termasuk jarak kelahiran anak, pendidikan, ekonomi dan kesehatan keluarga.

    "Saya kiria banyak hal ya, itu berbagai materi yang disajikan oleh TPK dan TPD,"tutur aher.

    Apabila dilakukan secara profesional akan berdampak pada pengendalian kependudukan juga membangun kualitas kependudukan. "Jadi kuantitasnya dikendalikan dan kuantitasnya ditingkatkan,"imbuh Aher.

    Berkenaaan dengan penggantian kepemimpinan dengan adanya Gubernur terpilih. Gubernur Jabar menyebutkan siapapun yang akan terpilih harus bisa melanjutkan berbagai program gubernur sebelumnya karena tidak pernah ada gubernur mencapai keberhasilan kecuali  hasil mata rantai masa lalu yang kemudian dilanjutkan pada kepemimpinan berikutnya. 

    "Oleh karena itu, arogan sekali jika seseorang mengatakan ini keberhasilan saya tanpa menghormati pejabat sebelumnya yang juga merintis program-program pembangunan di Jawa Barat,"ungkap Aher.

    Menurut aher, apa yang telah diraih hari ini adalah kelanjutan dari masa lalu dan seterusnya, masa yang akan datang adalah kelanjutan masa kini.

    "Saya kira semua orang yang arif pasti melanjutkan berbagai program yang sudah baik dan kemudian menambah dengan beberapa inovasi baru,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus