Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Polda Jabar Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26667.jpg

    BANDUNG-Polda Jawa Barat berhasil membekuk seorang yang diduga melakukan penangkapan, pengangkutan dan pemasaran benur (benih lobster) ilegal senilai Rp300 juta.

    Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menerangkan, benih lobster yang ditangkap, keseluruhannya berjumlah 1.941 ekor. Dengan rincian, 1.888 ekor benih lobster jenis pasir dan 53 ekor jenis mutiara.  Barang bukti benih lobster tersebut dititipkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bandung. 

    "Tersangka merugikan negara sampai Rp300 juta,"kata kapolda kepada wartawan di Bandung, Rabu (27/12/2017)

    Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menyebutkan, Dedi Yusup alias Oded ditangkap petugas Subdit IV/Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar di Kampung Cikole, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.  

    Dalam menjalankan aksinya, tersangka mengangkutnya dengan cara dikemas dalam kantong plastik yang diberi oksigen, dan diangkut menggunakan mobil APV warna hitam metalik. Tersangka menghargai benih lobster jenis pasir Rp 10 ribu/ekor, sementara untuk jenis mutiara Rp 40 ribu/ekor.

    "Tersangka melakukan kegiatan ilegalnya sejak 11 sampai 14 Desember 2017 di Pantai Jayanti Cianjur. Kalau dijual ke luar negeri harganya bisa lebih mahal. Untuk jenis mutiara bisa mencapai Rp 60 ribu perekornya," papar Kapolda Jabar.

    Agung menegaskan, pelaku dijerat Pasal 92 dan Pasal 88 Undang-Undang No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31/2004 tentang Perikanan jo Pasal 2 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No 56/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster. 

    "Pelaku terancam hukuman pidana minimal enam tahun penjara,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus