Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar Kembangkan Hasil IPTEK Ketahap Industri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26729.jpg

    CIREBON-Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Jawa Barat akan membangun Science Technopark  sebagai wahana untuk pengembangan inovasi berbasis IPTEK yang berbasis industri.

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, beberapa starup industri yng berbasis Iptek yang dikembangkan di industri yang berbasis Iptek yang dikembangkan di sini sehingga setelah melalui proses priduksi di STP  ke depannya akan ada industri yang mengembangkan ketahap lebih lanjut.

    "Jadi ketika lepas dari sini ada industri yang mengembangkan ke tahap lebih lanjut dan sekarang sudah memungkinkan dilakukan,"kata Gubernur Jabar kepada wartawan di Cirebon, Sabtu (30/12/2017)

    Sebelumnya, inovasi teknologi hanya sebatas prototype kemudian pengembangan berikutnya sudah masuk ke ranah industri sehingga memiliki nilai ekonomi bukan hanya industri saja. Namun di STP tidak dibatasi tapi sudah dikembangkan menjadi mini industri. 

    Setelah dikembangkan dalam skala kecil maka akan dikembangkan dengan skala indutri  yang besar. Tentu hasilnya akan dimanfaatkan dalam skala nasional maupun internasional shingga mampu bersaing di pasar manca negara.

    "Biasanya kelemahan kita hasil teknologi itu hanya sebatas prototype sesudah itu sudah masuk urusan ekonomi dan industri, sepertinya mandek karena kalau diproduksi tidak akan ada jaminan untuk dibeli," ungkap Aher.

    Untuk itu perlu kebijakan dalam melindungi hasil industri sendiri. Hal itu bisa diwujudkan karena sudah memilki teknologi baru sehingga tidak dikalahkan oleh hasil tender negara lain. 

    "Tender kita masih melawan produk bermerek Jepang, Jerman dan Amerika ya pasti kalah. Akibatnya hasil produksi kita tidak ada yang membeli dan tidak laku tendernya karena menggunakan merk awal,"tegas Aher.

    Gubernur Jabar menyebutkan, dengan menggunakan e-katalog tidak perlu lagi melalui proses tender sehingga   hasil teknologi anak bangsa bisa dibeli oleh negara yang lain.

    "Selain itu, belum tentu merk kita dikenal luar karena masih starup namun belum tentu juga tidak memiliki kualitas. Hanya saja, untuk mencapai kualitas dan memiliki nama membutuhkan proses yang panjang,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus