Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Citarum Bestari Atasi Persoalan Pencemaran Lingkungan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26824.jpg

    BANDUNG-Pencemaran dan kerusakan lingkungan di Sungai Citarum bukan baru terjadi dalam kurun waktu periode pemerintahan Gubernur Ahmad Heryawan. Pencemaran dan kerusakan lingkungan tersebut sudah terjadi sejak 25 tahun lau, yaitu dengan mecuatnya kasus pencemaran sawah di Kecamatan Rancaekek. 

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Anang Sudarna menjelaskan melihat kondisi lingkungan kususnya Daerah Aliran Sungai Citarum (DAS) yang semakin tercemar, namun keberadaannya sangat strategis dan vitalnya sebagai sumberdaya air untuk mendukung kehidupan dan keberlanjutan pembangunan serta ketahanan pangan nasional.

    "Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya nyata dalam bentuk Program dan Kegiatan yang telah digulirkan dan terintegrasi dalam Gerakan Citarum BESTARI (Bersih, Sehat, Indah dan Lestari) yang dicanangkan sejak 22 Juni 2014,"kata Anang kepada wartawan di Bandung, Senin (8/1/2018)

    Berbagai pendekatan upaya penyelesaian masalah pencemaran dan kerusukan lingkungan di DAS Citarum secara inovatif dilakukan melalui 3 (tiga) pendekatan, yaitu: Non Struktural,  Kultural, dan Struktural, yang dikemas dalam Rencana Aksi Multipihak (RAM-IP) serta memiliki 7 sasaran penting dari masing-masing sektor saling bersinergi untuk melakukan rehabilitasi dan konservasi di Hulu sampai Hilir Sungai Citarum. 

    ketujuh strategi itu adalah : Integrasi dan sinergi penataan ruang dan pengelolaan DAS Citarum terpadu; Pembangunan ekonomi perdesaan dan pemberdayaan ekonomi rakyat; Penguatan kelembagaan  & percepatan perubahan perilaku stakeholder 
    Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan ; Konservasi dan rehabiltasi hutan/lahan, serta  adopsi teknologi pertanian ramah lingkungan ;Pengurangan daya rusak air.

    "Juga penataan permukiman dan penanganan bencana Penaatan hukum lingkungan secara konsisten dan tidak pandang bulu,"tegas Anang.

    Berbagai pendekatan dan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 16 (enam belas) OPD Provinsi Jawa Barat. Dalam kaitan itu, Pemprov Jabar sudah mengalokasikan APBD dari sejak tahun 2014 Rp 21.7 miliar, tahun 2015 Rp 48 miliar, tahun 2016 Rp55 miliar, 2017 Rp35.8 miliar. Memperhatikan magnitude persoalan yang dihadapi, jumlah anggaran tersebut sangat tidak memadai. 

    Tidak hanya itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendorong peran masyarakat sipil dan Aparatur (TNI) melalui Revitalisasi Budaya Gotong Royong Memelihara Lingkungan khususnya wilayah sungai dengan semangat “BEBERESIH CITARUM”, 

    Gerakan gotong royong beberesih Citarum diharapkan menumbuhkan inspirasi,  spirit dan upaya nyata semua lapisan masyarakat dan semua pihak untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai pusat peradaban, meningkatkan semangat kerja, komitmen dan kerja nyata, dalam upaya pemulihan lingkungan yang tercemar dan rusak serta tetap melakukan konservasi lingkungan yang masih baik.  

    Tidak kurang dari 10.000 orang terlibat dalam kegiatan budaya gotong royong ini, terdiri dari pemerintah provinsi/kabupaten/ kota, kader ecovillage dari 211 desa, aparat pemerintah desa, aparat pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, pelajar, dan juga warga masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan massal untuk membangun kembali budaya gotong royong sebagai identitas Negeri ini dan juga menumbukan budaya cinta terhadap lingkungan hidup. 

    Anang menambahkan, berbagai strategi dan upaya dalam bentuk program dan kegiatan atau kerja nyata kami dalam upaya pemulihan ekosistem Daerah Aliran Sungai Citarum berbagai kegiatan seperti Pengembangan Desa Berbudaya Lingkungan (eco-village), bertujuan untuk membangun kesadaran dan perilaku budaya cinta lingkungan kepada semualuruh pemangku kepentingan.

    Hasil kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat memperbaiki lingkungan hidup di desanya, antara lain melalui kegiatan untuk memilih, memilah dan mengolah sampah, terbentuknya bank sampah di 96 Desa, rehabilitasi mata air, pengolahan sampah organik dan penataan sempadan (anak) sungai Citarum bekas TPS liar menjadi taman. Selain itu timbulan sampah di berbagai titik diatas badan sungai Citarum yang menjadi viral pada awal tahun 2016, menjadi tidak ada lagi.

    "Saat ini kami telah membina 211 Desa di 8 Kab/Kota dengan jumlah fasilitator sebanyak 5.697 orang dari berbagai kalangan,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus