Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sejumlah Jalan Terputus Akibat Gerakan Tanah di Kuningan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26913.jpg

    KAB.KUNINGAN-Sebanyak 44 Kepala  Keluarga (KK) masing-masing dari Ds. Cilebak, Ds. Bungurberes, Ds. Legokherang, Ds. Patala, Kec. Cilebak, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, terdampak akibat gerakan tanah yang terjadi di sejumlah titik setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama 7 hari secara terus menerus.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, akibat kondisi tersebut, sebanyak 15 jiwa dari 3 KK harus mengungsi dan 129 jiwa dari 44 KK terdampak akibat peristiwa tersebut.

    "Hujan terus menerus turun telah menyebabkan tanah bergerak di 4 desa, dan mengancam warga sekitarnya. Apalagi intensitas curah hujan diperkirakan akan terus meningkat hingga Februari mendatang," ucap Sutopo, melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id, Minggu (14/01).

    Akibat peristiwa tanah longsor di 4 desa teslrsebut,  sebanyak 4 unit rumah rusak berat, 8 unit rumah rusak sedang, 31 unit rumah terancam, 1 unit SDN 1 Patala terancam, 3 kolam ikan tertimbun longsoran, 1 unit mesjid Attaqwa terancam, 1 unit tembok penahan tebing rumah warga longsor, sawah seluas 1400m² retak ratak, pipa pamsimas air bersih terputus.

    Selain merusak sejumlah bangunan, akibat gerakan tanah tersebut 5 titik akses jalan utama tertutup longsoran, masing-masing jalan penghubung Subang-Cilebak, jalan penghubung Cilebak-Ciwaru, jalan penghubung Cilebak-Legokherang, akses Jalan Cilebak-Legokherang / blok Batu Hideung Legokherang, 1 akses jalan terputus menuju Kantor Kecamatan Cilebak dan 4 titik kalan lingkungan tertimbun Longsor di Dusun Wage Desa Cilebak.

    Menurut Sutopo, upaya yang sudah dilakukan untuk menangani masalah tersebut diantaranya pembersihan material longsoran yang menutup akses jalan utama Ciwaru – Cilebak dengan menggunakan alat berat.

    "Petugas juga melakukan penebangan pohon di atas kantor kecamatan Cilebak Dusun Wage Desa Cilebak, pemantauan patok ukur gerakan tanah di Dusun Wage Desa Cilebak serta penutupan retakan tanah di lingkungan SDN 1 Patala," tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus