Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Imbau Media Massa Cover All Side

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26999.jpg
    Aher menyalami para pengurus PWI Kab.Ciamis

    KAB CIAMIS-Akhir-akhir ini sering terjadi keluhan dari masyarakat terkait media yang tidak berimbang (cover bothside) dalam menyajikan informasi. Seharusnya kedua belah pihak itu dibuat berita yang seimbang. Untuk itu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengimbau agar media massa menyajikan informasi yang cover both side bahkan akan lebih baik lagi jika bisa cover all side.

    Hal itu dikatakan Gubernur usai pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ciamis Kabupaten Pangandaran, di situs Ciung Wanara  Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Rabu (17/1/2018)

    Gubernur Jawa Barat berpesan agar PWI menjadi motor penggerak media yang benar karena sebuah informasi atau berita yang melibatkan dua belah pihak atau lebih sebaiknya segera dilakukan konfirmasi sehingga tidak membentuk opini publik yang kurang tepat.

    Jangan dibuat esok harinya. Lantaran keburu seseorang memiliki persepsi yang buruk ketika membaca berita hari ini yang tidak seimbang,"ucap Aher. 

    Gubernur juga mengimbau agar pihak yang merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut segera memberikan klarifikasi atau mengemukakan pendapatnya saat terjadi pemberitaan itu.  Bahkan, tidak hanya dua pihak yang diminta pendapatanya tentang sesutu melainkan akan lebih baik jika ada pendapat yang lain sehingga berita itu lebih mendekati kebenaran.

    "Wartawan bertugas untuk menghadirkan fakta media bukan faktor hukum karena urusannya akan panjang setelah pihak kepolisian yang akan menindaklanjutu persoalan itu di pengadilan,"jelas Aher.

    Manakala ada berbagai fakta yang bisa dipertanggungjawabkan kemudian dikonfirmasi ke beberapa pihak sedikitnya melibatkan dua pihak atau lebih. Maka itu akan menjadi fakta media yang lebih menyegarkan pemberitaan.

    Menurut Aher ternyata pemberitaan ini bisa menyihir salah maupun benar. Fakta sejarah membuktikan bahwa media itu ternyata lebih banyak membawa fakta yang membuat masyarakat yang membacanya lebih merasa dosa dibanding tentram. Itu fakta semenjak dunia ada.

    Sejarah mencatat bahwa zaman dahulu ketika banyak penyair yang selalu membawa berita tidak benar. Mereka menciptakan berita yang tingkat kebenarannya sangat rendah yang disampaikan pada saat perkumpulan mereka di lembah-lembah bahkan mereka mengungkapkan hal-hal yang tidak mereka lakukan termasuk yang tidak diketahuinya secara pasti. 

    "Tapi ada pengecualian yaitu bagi orang-orang yang beriman. Mereka pasti menyajikan berita atau informasi yang sesungguhnya terjadi,"ujar Aher.

    Oleh karena itu, saat ini PWI tengah mengembangkan jurnalisme Tabayun artinya sebagai fakta media dengan pemberitaan yang diungkapkan dengan penuh tanggung jawab. Apabila seseorang wartawan akan menulis fakta media tapi belum lengkap data-datanya mungkin lebih baik ditaham terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada pembaca karena akan menyangkut urusan kehidupan manusia.

    "Detik demi detik akan dihisab oleh sang Maha Kuasa dan di akhirat nanti ada mahkamah yang tidak mungkin terjadi kebohongan di sana dan semuanya akan terbuka,"ungkap Aher.

    Gubernur Jabar menambahkan apapun profesi seseorang akan dihadapkan dua hal yakni keselamatan dan kehancuran. Termasuk wartawan yang proefesinya tercantum di dalam Al-Quran.

    "Oleh karena itu agar sebuah pemberitaan menjadikan pahala harus menerapkan jurnalisme tabayun. Berita itu disampaikan tidak hanya cover both side tapi harus cover all side,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus