Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harus Ada Gudang Penyimpan Daging Ayam

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27027.jpg

    BANDUNG- Rantai distribusi perdagangan daging ayam broiler tidak terlalu rumit, namun jika harga mahal seperti saat ini, karena dari hulu yakni peternak mematok harga ayam potong sudah cukup tinggi.

    Plt. Kadisperindag Jabar Hening Widiatmoko menyebutkan rantai distribusi diawali dari peternak, yang kemudian disalurkan kepada pengepul atau bandar dan terakhir ke pengecer, sebelum dikonsumsi masyarakat.

    "Rantainya sederhana, tidak seperti beras. Tapi ini mahal memang di hulu, peternak memang harganya naik," ujarnya, Jumat (19/1).

    Menurut Hening, masyarakat lebih menyukai daging segar dari pada daging beku. Padahal menurutnya sama saja. Tetapi kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi harga jual.

    "Kalau ayam segar harganya tentu lebih mahal dari yang beku, padahal rasanya sama saja. Nah kedepan harus ada gudang pendingin untuk penyimpanan daging. Ini ada di titik bandar. Kalau ada, masyakarat bisa memilih, harga daging beku pasti lebih murah," tegasnya.

    Mekanisme tata niaga pergudangan ini menurutnya harus segera direalisasikan, khususnya bagi rantai distribusi yang ada di tengah atau pengepul dan bandar. 

    Ia yakin harga akan segera turun, sebab jika mahal maka konsumen tidak akan membeli daging ayam dan beralih ke daging sapi atau ikan sebagai gantinya. Jika demikian maka peternak, bandar dan pedagang eceran akan rugi, karena tidak ada yang membeli.

    "Jadi semua pihak harus sama-sama mengerti, konsumen juga akan batal membeli kalau mahal, kalau harganya kemahalan mereka bisa memilih daging sapi saja. Kalau tidak ada yang beli, pengecer juga tidak berani jual, bandar tidak bisa kirim, semua rugi," tuturnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus