Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengembangan Pertanian Harus Minimalisir Dampak Lingkungan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27227.jpg

    KAB. BANDUNG- Universitas Padjadjaran (Unpad) memberikan apresiasi dengan dilakukannya penandatanganan Nota Kesepahaman Program Pengembangan Agribisnis Pertanian Komoditi Bawang Merah, antara Perwakilan BI Provinsi Jabar, Unpad dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

    Rektor Unpad Prof. Med Tri Hanggono Achmad mengatakan, kerjasama ini bertujuan untuk kemaslahatan semua pihak khususnya para petani bawang merah yang ada di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

    "Kita harap kerjasama ini bisa memberikan dampak positif untuk semua sektor kehidupan masyarakat," ucap Tri, usai MoU Program Pengembangan Agribisnis Pertanian Komoditi Bawang Merah, di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (30/01).

    Menurut Tri, perlunya tata kelola yang baik dalam mengembangkan agribisnis pertanian khususnya komoditi bawang merah dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Provinsi Jawa Barat karena pengembangan sektor pertanian tidak bisa lepas dari aspek lain.

    "Bidang pertanian tidak lepas dari aspek kehidupan lainnya atau sektor lainnya, jadi perlu beberapa aspek pendekatan atau harus ada sektor lain yang mengikutinya," ucapnya.

    Tri mengatakan, dalam mengembangkan sektor pertanian perlunya sektor lain yang mengikutinya harus menjadi perhatian oleh kita semua khususnya para petani, seperti halnya masalah lingkungan jangan sampai rusak akibat berkembangnya pertanian.

    "Sektor kehidupan sosial lainnya yang harus menjadi perhatian kita, bagaimana kita membangun tapi aspek lain harus diperhatikan seperti lingkungan, jangan sampai perkembangan sektor pertanian dengan cara-cara yang salah menjadi penyebab bencana," tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus