Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemerintah Buka Keran Impor Bahan Baku Industri Kecil Menengah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27276.jpg

    BANDUNG- Dalam rangka membantu pengadaan bahan baku tekstil bagi Industri Kecil Menengah (IKM) sektor konveksi di wilayah Jawa Barat, serta menindaklanjuti kunjungan pertama Kantor Staff Presiden (KSP) ke Pusat Logistik Berikat (PLB) pada 7 November 2017 lalu. Maka dilakukan kunjungan kedua kali perwakilan KSP dipimpin senior advisor, Andi Widjajanto yang kali ini juga mengajak Komisaris Independen Bank Mandiri, Makmur Keliat, guna melihat keberadaan salah satu fungsi PLB bagi para IKM serta bertemu secara langsung dengan para pelaku IKM.

    Sebelumnya pada tanggal 23 Januari 2018 lalu di Soreang telah diadakan acara silaturahim dan sosialisasi pengurus Asosiasi Pengusaha Industri Kecil Menengah (APIKMI) dalam rangka kemudahan bahan baku bagi IKM sektor konveksi yang dihadiri oleh 55 IKM di Soreang, perwakilan pengusaha yang mempunyai Angka Pengenal Importir Umum (API-U), serta perwakilan dari Kantor Wilayah Bea & Cukai Jawa Barat.

    Andi menjelaskan kunjungan kali ini guna menunjukan keseriusan Pemerintah dalam membantu IKM khususnya ketersediaan bahan baku impor. 

    Ia menilai selama ini IKM mendapatkan bahan baku impor untuk produksinya dengan harga yang tidak kompetitif yang disebabkan para IKM selama ini membeli bahan bakunya masih dilakukan secara individual (belum terkonsolidasi), mata rantai perdagangan dari importer, serta tidak adanya akses IKM secara langsung kepada penyedia bahan bakunya. 

    Untuk itu, Kementerian Perdagangan di akhir 2017 mengeluarkan Permendag RI No 64/M-DAG/Per/8/2017 Tentang Perubahan Atas Permendag No.85/M-DAG/PER/10/2015 untuk memfasilitasi ketersediaan bahan baku impor bagi para IKM. 

    "Peraturan ini untuk memfasilitasi ketersediaan bahan baku impor bagi para IKM," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (1/2/2018).

    Hal ini sangat didukung oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Pusat Logistik Berikat sebagai tempat untuk mendapatkan bahan baku tersebut yang dilakukan oleh pengusaha pemilik ijin API-U.

    Dia menjelaskan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kemudian merespon mandat dari Presiden Jokowi untuk mendekatkan bahan baku terhadap pelaku industri di dalam negeri, sehingga di keluarkanlah PMK Nomor 272/PMK.04/2015 tentang Pusat Logistik Berikat yang kemudian diikuti dengan Perdirjen BC Nomor PER-01/BC/2016 tentang Tata Laksana Pusat Logistik Berikat, Perdirjen BC Nomor PER-02/BC/2016 terkait BC 1.6 (pemasukan barang impor ke PLB), dan Perdirjen BC Nomor PER-03/BC/2016 terkait BC 2.8 (pengeluaran barang impor dari PLB). 

    "Di era kompetisi sekarang ini, era percepatan kerja, percepatan pembangunan, mari kita jadikan PLB ini sebagai hub logistik di Indonesia, Asia Pasifik dan ada di Indonesia,” jelas Andi.

    Diharapkan dengan sinergi antara dua kementerian tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku IKM sektor konveksi, diantaranya kemudahan pengadaan bahan baku dan bahan penolong impor, kemudahan pengadaan mesin dan alat produksi impor, memperpendek jarak antara produsen bahan baku dan IKM (mempercepat jalur distribusi), memperluas jaringan pemasok dari mancanegara, serta membantu melakukan sortasi, inventarisasi, serta penyimpanan bahan baku.

    "Terutamanya dengan adanya PLB yang tidak hanya membantu bahan baku bagi industri besar tetapi juga bagi pelaku IKM," ungkap Andi.

    Dalam kesempatan ini, dengan dihadirkannya Komisaris Independen Bank Mandiri, Makmur Keliat akan terjadi dialog langsung dengan IKM tersebut dalam hal permodalan, sehingga kebijakan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah (7%) dari Bank milik Pemerintah dapat dijalankan tepat sasaran serta mengetahui permasalahan permodalan dari para pelakunya sendiri yang pada akhirnya dapat membantu pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor IKM.

    "Industri IKM khususnya untuk produk Tekstil Produk Tekstil (TPT) akan menjadi andalan untuk mensuplai kebutuhan dalam negeri dan pasar luar negeri," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus