Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Demiz: Upaya Menjaga Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27361.jpg

    KAB. GARUT- Wagub Demiz menekankan bahwa pihaknya terus mendorong kesejahteraan serta berbagai fasilitas bagi para petani. Namun, dia pun meminta agar rantai pasok atau distribusi pangan khususnya beras harus terus dibenahi.

    "Jangan sampai impor merugikan petani. Petani, kita dorong terus untuk menanam dan berproduksi sebaik-baiknya. Tapi belum tentu sejahtera andaikata tidak dibenahi rantai pasoknya. Belum tentu juga meringankan masyarakat kalau surplus padi tapi masyarakat membelinya dengan harga mahal," ucap Wagub.

    Hal demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) pada saat mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman dalam rangka panen raya padi di Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Selasa (6/2/18).

    "Kita harus meningkatkan produksi (pangan) kita dengan baik, sehingga betul-betul ketahanan pangan kita terjaga plus kesejahteraan petaninya juga meningkat dengan baik," lanjutnya.

    Luas panen padi secara nasional bulan Januari 2018 = 854.000 ha dengan hasil 4,51 juta ton GKG atau setara dengan 2,83 juta ton beras,  surplus 329 ribu ton dibandingkan kebutuhan konsumsi 2,5 juta ton. Panen Februari = 1,63 juta ha dengan produksi 8,67 juta ton GKG setara 5,43 juta ton beras atau surplus 2,93 juta ton beras, dan untuk Maret panen seluas 2,25 juta ha dengan prosuksi 8,8 juta ton GKG.

    Untuk itu, Jawa Barat tahun ini akan menggenjot pembangunan infrastruktur waduk untuk peningkatan produksi pangan. Kata Wagub, ada tujuh waduk yang sedang dan akan dikerjakan pada tahun ini. Selain itu, ada dua waduk yang dibangun untuk menanggulangi banjir dan persediaan air baku. Ketujuh waduk itu, ada di Sukamahi dan Ciawi (Bogor), Sadawarna, Cipanas (Subang-Sumedang), Matenggeng (Ciamis-Cilacap), Leuwi Keris (Ciamis-Tasikmalaya), dan Kuningan. 

    "Sukamahi dan Ciawi ini untuk buffer Jakarta, air baku, selain buat irigasi, dan PLTA. Pembebasan sudah selesai. Kemudian Sadawarna, antara Subang dengan Sumedang, ada juga Waduk Cipanas. Jadi di Sumedang ada tiga (waduk), Jatigede, Sadawarna, Cipanas. Kemudian Matenggeng, antara Ciamis dan Cilacap, ada juga Leuwi Keris antara Ciamis dan Tasikmalaya. Kemudian ada satu lagi proyek Waduk Kuningan," papar Wagub usai acara panen raya.

    "Sementara kita tahu, bahwa Cirebon Raya pasokan air bersihnya juga belum tercukupi. Ini (Waduk Kuningan) barang kali, salah satu tempat air baku untuk pasokan air bersih ke Cirebon Raya. Ada empat mininal fungsi utama dari waduk-waduk ini, yaitu irigasi, PLTA, mengendalikan banjir, dan pariwisata. Tujuh (waduk) kita bangun tahun ini mulainya. Kalau ngga beres, waduh. Kita harus jadi lumbung pangan terbaik," pungkasnya.

    Pada kesempatan ini, Mentan didampingi Wagub menyerahkan beberapa bantuan. Diantaranya bantuan benih dan klaim asuransi dari Jasindo untuk petani yang mengalami kekeringan dan peternak yang sapinya mati. "Ini pertama dalam sejarah, ada petani yang kekeringan dan peternak yang sapinya mati dapat asuransi," tutur Mentan.

    Sementara itu, luas lahan panen padi di Provinsi Jawa Barat pada Januari 2018 = 100.000 ha, Februari = 160.000 ha, dan Maret = 275.000 ha. Sisa luas panen Provinsi Jawa Barat bulan Februari 2018 seluas 275.000 ha (setara 1.000.000 ton beras) untuk masa panen 7-28 Februari 2018. Produksi GKG Provinsi Jawa Barat pada Januari: 610.000 ton (setara 382.000 ton beras), Februari: 950.000 ton (setara 600.000 ton beras), dan Maret: 1.600.000 ton (setara 1.000.000 ton beras).

    Konsumsi beras per bulan Provinsi Jawa Barat berdasarkan jumlah penduduk 46,7 juta jiwa adalah 330.000 ton beras. Jadi, terjadi surplus Januari 52.000 ton beras, Februari surplus 270.000 ton, dan Maret surplus 670.000 ton. Sementara harga jual Gabah Kering Panen (GKP) ditingkat petani di Provinsi Jawa Barat puncaknya pada 24 Januaru 2018 mencapai Rp 5.700/Kg. Harga sekarang per 7 Februari 2018 sudah turun Rp 700/kg menjadi Rp 5.000/kg GKP.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus