Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kota Cirebon, Daerah Bebas Difteri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27667.jpg

    Di Jabar, kasus difteri ini muncul di beberapa tempat, Dinas Kesehatan Jabar menetapkan ORI dilakukan di 18 kabupaten dan kota. Februari ini merupakan kegiatan ORI tahap kedua dimana sebelumnya psda Desember 2017 telah dilakukan.

    Kota Cirebon adalah salah satu wilayah di Jabar yang tidak termasuk dalam cakupan ORI. Sehingga menjadi percontohan daerah lain di Jabar untuk upaya pencegahan penyakit menular khususnya difteri.

    Sekretaris Dinkes Kota Cirebon Lucyana mengatakan cakupan imunisasi di Kota Cirebon sudah mencapai diatas 95 persen. Kondisi ini menurutnya yang membuat warga Kota Cirebon tidak terserang wabah DIfteri.

    “Suspec ada, tapi setelah dicek, bukan difteri. Wabah ini membuat kami tidak bisa tidur, deg-degan setiap hari,” ujarnya.

    Keberhasilan imunisasi diatas 95 persen menurutnya bukan karena kesigapan petugas dinas atau puskesmas, namun karena kesadaran masyarakat Cirebon yang sudah sangat baik. Padahal menurutnya, Cirebon dikenal dengan sebutan sebagai kota wali dan banyak pesantren.

    “Isu haram sempat memberatkan program imunisasi, tapi pendekatan personal kepada masyarakat dan ulama membuahkan hasil. Sejak 2015 kami sudah mencapai cakupan vaksinasi diatas 80 persen. Kami juga melakukan sweeping ke pelosok kampung mencari yang belum divaksin,” tegasnya.

    Hal lain yang membuat vaksinasi di Kota wali ini cukup tinggi adalah karena pasokan vaksin yang terjamin dari Biofarma. Bahkan 22 puskesmas yang ada di Kota Cirebon semuanya memiliki coldstorage yang dibeli melalui APBD kota.. Ditambah lima unit pendingin yang ada di kantor Dinkes Kota Cirebon bantuan dari Kemenkes RI.

    “Petugas puskesmas sudah paham bagaimana memperlakukan vaksin agar khasiatnya tidak luntur. Biofarma selain memberikan vaksin juga memberikan pelatihan penanganan vaksin sesuai standar internasional,” tegasnya.

    Bambang Herianto, Corporate Secretary PT Biofarma mengatakan jika semua daerah memiliki coldstorage seperti di Cirebon, makaprogram imunisasi yang dilakukan pemerintah bisa lebih maksimal.

    “Isu haram, KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ), bahkan dikatakan vaksin ini produk asing dan Yahudi sudah bisa dibantah. Masyarakat juga sudah paham pentingnya imunisasi. Tapi jika vaksin rusak karena tidak disimpan dengan benar, tentunya sia-sia saja,” tuturnya.jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus