Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Akte Kematian., Kini Sudah Bisa Dibuat di Disdukcapil

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27716.jpg

    GARUT- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, menghimbau  warga masyarkat yang keluarganya meninggal dunia agar melaporkan ke pertugas pencatatan untuk di buat akte kematiannya, terutama  dari tahun 2015.

    Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Drs. Asep Mulyadin, S. M.Si, mengatakan DIsdukcapil Kabupaten Garut, kini terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendata kematian yang ada di  Tempat Pemakaman Umum (TPU) agar sesuai dengan data yang ada.

    Menurut Asep, upaya ini dilakukan untuk menyukseskan program pemerintah untuk mendata ulang warga yang sudah meninggal. Upaya ini pun untuk menyelaraskan jumlah data penduduk yangvsrbebarnya. 

    Ditemui di kantornya, Asep mengatakan, jemput bola ke tiap kecamatan akan terus berjalan sehingga masyarakat mengetahui bahwa keluarga yang meninggal harus memiliki akte kematian. Hal ini  untuk membantu warga masyarakat bila akan mengajukan permohonan pembuatan KTP, KK, Akte Kelahiran, termaduk Akte Kematian itu sendiri.

    Menurut Asep, Disdukcapil Kabupaten Garut, sebebarnus telah meluncurkan program ini sudah lama, namun baru tersentuh ke masyarakat biasa di tahun 2018, di mana program akte kematian yang dulunya dikhusukan untuk akte kematian pegawai PNS  dan akte kematian orang non muslim .

    Dari bulan  Januari 2018 mulai gencar di sosialisakan ke masyarakat melalui kecamatan dan desa. "Sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil agar memerintahkan kepala Dinas kependudukan dan catatan sipil Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota untuk melaporkan peningkatan pencatatan peristiwa kematian di wilayah kabupaten/kota kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi paling lambat pada tanggal 28 (dua puluh delapan) setiap bulannya", katanya

    Asep Mulyadin, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak sungkan melapor dan mendaftarkan  keluarga  yang meninggal dengan membawa persyaratan KTP yang meninggal berikut KK.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus