Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    TPS dan Ipal Kunci Sanitasi Jabar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28017.jpg
    Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan capaian target sanitasi di Jabar masih sulit diraih mengingat persoalan sampah dan limbah masih belum diatasi oleh daerah, Senin (9/4/2018).

    BANDUNG- Konsep Tempat Pengelolaan Sampah (TPS)  dan Instalasi Pengelolaan Limbah (Ipal)regional menjadi kunci penuntasan target 100% pembangunan sanitasi di Jawa Barat.

    Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan capaian target sanitasi di Jabar masih sulit diraih mengingat persoalan sampah dan limbah masih belum diatasi oleh daerah. 

    “Kalau sampah dan limbah belum diatasi, persoalan penyelesaian target sanitasi bisa hancur,” katanya dalam rapat Kick Off Meeting Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Jabar di Gedung Sate, Bandung, Senin (9/4/2018).

    Menurutnya, pengelolaan sampah regional yang disiapkan oleh Pemprov Jabar di Legoknangka, Kabupaten Bandung dan Nambo, Bogor diyakini efektif untuk mengatasi persoalan sampah di Bandung Raya dan Bogor Raya. 

    “Perlu dua lagi tempat pengelolaan sampah regional di Ciayumajakuning dan Bekasi, Karawang, Purwakarta,” tuturnya.

    Iwa mengaku keberadaan Nambo yang berada di Bogor misalnya sudah dimohonkan oleh DKI dan Tanggerang Selatan untuk turut membuang sampah di lokasi tersebut. 

    “Tanggerang Selatan dan DKI siap menggunakan fasilitas itu karena mereka juga kesulitan membuang sampah,” katanya.

    Selain sampah, masalah lainnya adalah penanganan limbah industri yang saat ini masih menjadi persoalan terutama di daerah yang memiliki industri. Menurutnya,  pangkal masalah pengelolaan limbah adalah aturan tahun 70-an yang merancang adanya zonasi industri. 

    “Kalau zonasi, limbah itu dikelola masing-masing. Karena Ipal itu ternyata mahal, yang nakal membuang limbahnya ke sungai,” ujarnya.

    Menurutnya, konsep Ipal regional bisa menjawab penuntasan pengelolaan limbah di daerah. Jika lahannya siap, lalu teknologi Ipal-nya kemudian dilelang, setelah terwujud, industri bisa mengirim limbahnya ke Ipal regional tersebut. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus