Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bio Farma: Penerapan Standar Halal Industri Farmasi Jadi Tantangan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28028.jpg
    Bio Farma: Penerapan Standar Halal Industri Farmasi Jadi Tantangan

    BANDUNG - Penerapan standar halal di industri farmasi merupakan tantangan, mengingat sekitar 95% bahan baku farmasi masih impor, sehingga untuk penerapan jaminan produk halal ini, yang cukup kritikal bagi industri farmasi membutuhkan dukungan dari pemasok bahan baku.

    Dari rilis PT Bio Farma, hal itu diungkapkan Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan saat menjadi salah satu pembicara dalam acara International Islamic Healthcare Conference dan Expo (IHEX) di Jakarta Convention Centre, Selasa (10/4/2018). Konferensi ini adalah kali pertama yang  diadakan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) yang beranggotakan Rumah Sakit Islam di Indonesia.

    Dalam paparannya, Rahman mengawali dengan peranan Bio Farma, sebagai BUMN di negara Islam dan negara berkembang untuk menjamin kemandirian dan ketersediaan vaksin, serta menyampaikan tantangan implementasi jaminan produk halal untuk Industri Farmasi, terutama produk Biologi. 

    Rahman menjelaskan secara umum konsep halal farmasi ini tidak lepas dengan konsep cara pembuatan obat yang baik atau Good Manufacturer Practice (GMP), baik aturan di Indonesia melalui Badan POM dan aturan International dari badan kesehatan dunia (WHO). sebaiknya, pada saat proses awal pembuatan vaksin dan obat-obatan sudah didampingi oleh Ulama, perlunya sinergi dan harmonisasi halal di negara Islam untuk vaksin dan obat-obatan.

    "Kami beberapa kali mengundang ulama untuk melihat langsung proses produksi, melakukan review produk baru dengan melibatkan ulama," ungkapnya.

    Sementara itu, dalam konferensi tersebut juga beberapa narasumber memaparkan mengenai pengalaman industri halal di sektor healthcare diantaranya narasumber dari Malaysia, China, Turki selain tentunya Indonesia.

    Rahman memberikan contoh apa yang sudah dilakukan Bio Farma sebelumnya, yakni dengan aktif dalam forum Internasional Vaccine Manufacturers Group bagi negara Islam, Indonesia terpilih sebagai Centre of Excellence Vaccine bagi negara-negara Islam pada Desember 2017 lalu. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus