Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    SDKI Kabupaten Bandung Tahun 2017, Berada pada Angka 2,4

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28209.jpg

    KABBANDUNG- Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Kabupaten Bandung Tahun 2017, berada pada angka 2,4. SDKI  tersebut  menghasilkan data yang diperlukan sebagai dasar rujukan dalam melakukan evaluasi, terhadap pencapaian pembangunan bidang kependudukan, keluarga berencana, dan kesehatan (KKBPK) di Indonesia.

    Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi jawa Barat Drs. Wawan Ridwan.,M.Si mengungkapkan,  hasil kerja keras bersama di bawah pimpinan Bupati Bandung sekarang, dalam periode hampir 10 tahun, SDKI nya menunjukan hasil yang signifikan.

    “Kita patut bersyukur,  atas kerja keras kita 5 tahun terakhir. Ternyata program kita di Kabupaten Bandung dan  Jawa Barat telah menunjukkan sesuatu yang berarti, signifikan dan mendapatkan hasil yang baik. Biasanya di atas 2,6.  Artinya rata- rata keluarga di Jawa Barat masih menunjukan 3-4 anak. Dengan keberhasilan program itu, sekarang menjadi 2,4 artinya penduduk perempuan melahirkan maksimal 2 anak saja dalam keluarganya,” ungkap Wawan dalam sambutannya pada acara Rapat Kerja Daerah Program KKBPK di Gedung Dewi Sartika Soreang, Rabu (9/5).

    Lebih lanjut dia mengatakan, program BKKBN untuk pengendalian penduduk, yakni mendorong tercapaianya sasaran-sasaran,  sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (Renstra) BKKBN 2015-2019, diantaranya adalah angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) sebesar 2,3 anak per wanita.

    “10 tahun kepemimpinan Bupati Dadang Naser, sudah menunjukan tekad lebih baik. Namun memang di akhir 2019 diperkirakan kondisi kependudukan Jabar masih agak rentan. Karena penduduk 0-9 balita dan anak masih berjumlah 18,7% atau 8,7 juta  dari 46,8 juta jiwa penduduk Jabar,” papar Wawan.

    Kemudian penduduk usia 10 sampai 15 tahun juga  perlu diwaspadai ucap Wawan,  karena disitu letak remaja yang berjumlah  26, 8% atau sekitar 12,5 juta jiwa.  Jumlah itu menurutnya bisa menjadi potensi yang sangat besar untuk menopang pembangunan Jawa Barat. “Kita harus mendorong dan menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, prestatif untuk menyongsong masa depan cemerlang,” ujarnya.

    Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten  Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira,MP mengatakan, peran Pemerintah tidak akan berhasil jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat sendiri, maka ia berpesan agar partisipasi semua pihak terus berjalan, sehingga visi Pemkab Bandung bisa diaplikasikan dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, handal, dalam naungan Kampung KB.

    “Di Kabupaten  Bandung sudah terbangun 68 Kampung KB, sedangkan di Jabar tercatat ada 1.360  Kampung KB dari 5.985 desa. Namun perlu dilakukan antisipasi agar tumbuh kembang manusia bisa proporsional, tidak stunting (Kredil), masting (kurus) dan obesitas (kegemukan),” ucap Sekda.

    Dalam menyusun strategi lebih lanjut, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sangat penting dilakukan.  Karena ini bertujuan  untuk melaksanakan evaluasi, terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan selama 1 tahun terakhir, dengan melihat berbagai keberhasilan dan kekurangannya serta melaksanakan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2018.

    “Tujuan lain dari Rakerda ini, selain untuk mensosialisasikan arah dan kebijakan program KKBPK,  pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tahun 2018, juga bertujuan untuk melakukan pembinaan yang terus-menerus di semua tingkat lini lapangan untuk mencapai tujuan yang diharapkan,” ungkapnya.

    Menambahkan hal tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) H.Hendi Aryadi Purwanto, SH.,M.Si menjelaskan, Rakerda tersebut mengusung tema penguatan program integrasi Kampung KB, dalam mempercepat terwujudnya kualitas SDM Kabupaten Bandung yang maju dan sejahtera.

    “Peserta Rakerda kab. Bandung tahun 2018 sesuai dengan undangan berjumlah 192 orang, mitra kerja program KKBPK se Kabupaten Bandung. Dengan sasaran meningkatkan peserta ber-KB, meningkatkan cakupan peserta KB,  menurunkan mengendalikan dropout serta KB, serta pelayanan pap smear dan IUD.

    Untuk itu harapnya, masyarakat Kabupaten Bandung bisa mendukung keseluruhan program tersebut, agar 7 prioritas program KKBPK bisa terlaksana dengan baik.

    “7 prioritas kegiatan  yakni, menetapkan tahun 2018 sebagai tahun Kampung KB yang artinya bahwa semua kegiatan KKBPK  harus berintegrasi di Kampung KB,   meningkatkan kualitas pencatatan pelaporan di Line lapangan, meningkatkan kualitas SDM bagi petugas Lini lapangan, menetapkan akses dan pelayanan KB, meningkatkan peningkatan peserta KB aktif,  meningkatkan kualitas data dan informasi kependudukan melalui updating keluarga,  serta memberikan sosialisasi speaker berbasis sekolah sebagai upaya melaksanakan mendukung kebijakan nasional, tentang nawacita,” pungkas Hendi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus