Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2011

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/paripurna1.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan menyampaikan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2011 pada Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (2/8).

    Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jabar, Ir. Irfan Suryanagara itu, dihadiri oleh Wagub Jabar H. Dede Yusuf, Sekda Jabar Lex Laksamana, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan para undangan

    Dalam pengantar nota keuangan perihal Rancangan Perubahan APBD 2011, Gubernur menjelaskan, dari hasil perhitungan perkiraan pendapatan dan penerimaan pembiayaan didapat volume APBD Tahun Anggaran 2011 yang semula sebesar Rp 9,92 Trilyun lebih menjadi sebesar Rp 11,58 Trilyun. Meningkat sebesar Rp 1,66 Trilyun lebih atau 16,73% dari target murni APBD Tahun Anggaran 2011.

    “Total anggaran sementara belanja langsung dan belanja tidak langsung pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp 11,17 Trilyun lebih dari semula sebesar Rp 9,88 Trilyun,” katanya.

    Penyusunan belanja daerah, menurut Gubernur, diprioritaskan untuk mendukung efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penyusunan belanja daerah disusun secara terstruktur dengan memperhatikan indeks relevansi antara alokasi anggaran dengan tugas dan tanggung jawabnya, dalam mengakselerasi peningkatan kinerja pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

    Adapun perkiraan pendapatan daerah tahun 2011, lanjut Gubernur, akan mengalami peningkatan dari target yang ditentukan pada APBD murni 2011 sebesar 8,53% dari semula Rp 8,42 Trilyun lebih menjadi Rp 9,14 Trilyun lebih.

    Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diperkirakan meningkat sebesar Rp 555,60 milyar lebih atau meningkat sebesar 8,99% dari semula sebesar Rp 6,31 Trilyun lebih menjadi Rp 6,88 Trilyun lebih.

    Kedua, Dana Perimbangan diperkirakan mengalami penambahan sebesar Rp 149,91 Milyar lebih atau meningkat 7,15% dari target semula sebesar Rp 2,09 Trilyun lebih menjadi Rp 2,24 Trilyun lebih.

    Ketiga, lain-lain pendapatan daerah yang sah diperkirakan mengalami peningkatan sebesar Rp 967,35 juta lebih atau sekitar 7,95% dari target semula sebesar Rp 12,17 Milyar lebih menjadi Rp 13,13 Milyar lebih. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus