Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PT KAI Larang Masyarakat "Ngabuburit" di Jalur Kereta

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28360.jpg

    BANDUNG- Sebagai bentuk antisipasi terjadinya kecelakaan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melarang masyarakat menjadikan jalur kereta api (rel) sebagai tempat untuk menunggu buka puasa (ngabuburit) yang saat ini banyak terlihat di sejumlah titik jalur kereta. Demikian dikemukakan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Joni Martinus

    "Sesuai UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, jalur kereta api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api," ucapnya.

    Menurut Joni, dengan karakteristik jalur yang khusus seperti itu maka jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api dan jika ada aktivitas masyarakat di rel akan sangat membahayakan sesuai Pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian. 

    "Dalam pasal 181 ini, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api," tutur Joni, di ruang kerjanya, Minggu (27/05/18).

    Joni menyatakan jika terjadi pelanggaran terhadap pasal 181 ayat (1) maka akan mendapat pidana berupa penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 tahun 2007. 

    "Kami himbau agar masyarakat turut membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga memberi pengertian atau teguran apabila ada masyarakat yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur kereta api," katanya. (Parno) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus