Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pilkada Jabar, Kapolda Harap Tiga Pilar Tetap Netral

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28394.jpg

    BANDUNG - Tiga pilar yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lurah/kepala desa akan tetap netral dalam pelaksanakan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan tiga pilar sebagai pelayan dan pelindung agar tetap netral dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018. Selain itu, agar mereka berperan aktif untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar menolak segala bentuk berita bohong atau hoax yang menimbulkan rasa kebencian permusuhan dan latar belakang suku, agama ras dan antar golongan.

    "27 juni kita akan memasuki masa pilkada serentak 2018 dan kita akan memilih Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2019. Kita harapkan netralitas tiga pilar ini," kata kapolda kepada wartawan usai mengikuti Apel Besar Tiga Pilar PAM Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 di lapangan Gasibu Bandung, Sabtu (2/6/2018).

    Kapolda menyebutkan semuanya akan menimbulkaan ancaman apabila seluruh elemen masyarakat tidak menanggulangi dan membiarkan keaman. Selain itu, tiga pilar tersebut, kata Agung, harus mampu menyikapi maraknya berita bohong atau hoax yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan antar suku ras agama antar golongan, telah menambah isu yang dapat mengancam kondusifitas.

    "Radikalisme, terorisme merusak nurani para pelakunya sehingga mereka berani tega melakukan perusakan menyebar ketakutan bahkan menghilangkan nyawa sesama manusia dengan biadab," tegasnya. 

    Agung menambahkan penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian telah berlangsung dengan sangat masif dengan manfaatkan fasilitas teknologi yang seharusnya kita  gunakan untuk menyebar kebajikan, berbagi kasih, kemuliaan dan persahabatan.

    "Tiga pilar agar bisa menciptakan keamanan. Salah satunya mengantisipasi penyebaran berita hoax di kalangan masyarakat," pungkasnya .(Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus