Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Polda Jabar Sita Aset Perusahaan Miras Oplosan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28739.jpg

    BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Agung Budi Maryoto mengungkapkan pihaknya menyita sejumlah aset milik tersangka berinisial SS, produsen miras oplosan maut Cicalengka. Selain puluhan juta uang tunai, penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Barat juga mengamankan beberapa aset tanah dan rumah milik bos miras oplosan itu, termasuk mengejar 29 hektar kebun kelapa sawit di wilayah Palembang Sumatara Selatan.

    "Yang bersangkutan memproduksi miras oplosan sejak tahun 2010, jadi sudah 8 tahun. Ternyata dari pemeriksaan sebagian uang hasil dari produksi miras dibelikan aset-aset. Ada kaitannya dengan tindak pidana pencucian uang, ini untuk melengkapi bukti," ungkap Agung kepada wartawan di Yayasan Bhayangkari jl Palasari Bandung, Kamis (5/7/2018). 

    Agung menyebutkan penjualan miras oplosan dalam satu bulannya tersangka meraup omzet hingga Rp800 juta. Selain itu, SS tidak mempunyai pekerjaan lainnya, selain memproduksi miras oplosan. Upaya penyitaan aset itu, untuk membuat efek jera bagi para pelaku pembuat miras oplosan.

    "Ini merupakan bagian dari tindakan kami untuk membuat efek jera para pelaku miras. Supaya tidak diulang-ulang lagi sama lainnya. Kita sangat prihatin, 69 anak-anak kita meninggal sia-sia. Kita kejar terus masalah miras ini," tegasnya. 

    Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol. Samudi menjelaskan, selain aset tanah dan bangunan di wilayah Cicalengka dan Nagreg kab. Bandung, pihaknya juga akan melakukan penyitaan lahan kebun kelapa sawit seluas 29 hektar di Palembang.

    "Selain kita menindaklanjuti kasus miras oplosan, kita juga diikuti penyidikan TTPU. Kita miskinkan mereka, ya hampir sama dengan kasus korupsi. Ini untuk efek jera. Jadi kita menyita semua kekayaan dari hasil tindak pidana," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus