Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pembibitan Sapi Minim Minat Investor

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28823.jpg

    BANDUNG-Investor kurang berminat berbisnis di bidang pembibitan sapi karena jangka waktu perputaran dana modal yang terbilang lama. Hal tersebut mengancam ketersediaan bakalan sapi di Jabar.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan, pembibitan sapi menjadi yang paling lama dibandingkan ternak lainnya. Dalam 30 bulan, baru bisa menghasilkan anak.

    "Investor tidak berminat di pembibitan sapi karena terminnya terlalu lama, terutama di sapi," ujarnya, Jumat (13/7/2018).

    Menurutnya, kegiatan pembibitan semakin langka karena masyarakat Jabar kurang mau mengembangbiakan ternak. Bibit yang baru lahir terkadang malah langsung dijual.

    Dia menilai perilaku tersebut terpaksa dilakukan peternak di Jabar karena biaya pemeliharaan lebih mahal dibandingkan di Jawa Timur.

    "Orang Jabar kurang suka memelihara sapi dibandingkan Jatim. Padahal kualitas bibit sapinya tidak kalah," katanya.

    Dewi menuturkan untuk menghasilkan bibit yang bagus maka diperlukan indukan terbaik yang memiliki catatan dan silsilah terverifikasi.

    Pihaknya berupaya merangsang minat para pemilik sapi melalui kegiatan kontes ternak yang akan berlangsung pada 17-19 Juli mendatang di Kota Tasikmalaya. Hewan ternak mulai dari sapi, domba, ayam dan lainnya akan berlomba menjadi yang terbaik untuk meraih penghargaan dan uang pembinaan.

    Melalui kegiatan tersebut, dia berharap Jabar bisa mempertahankan sebagai daerah pembibitan sapi. Meski jumlahnya masih sedikit namun kualitasnya bisa dibanggakan.

    "Tidak mudah untuk mengedukasi peternak kita karena sebagian besar hanya lulusan SD atau SMP. Kami mengimbau agar hewan ternak yang bagus jangan dijual, harusnya dipelihara," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus