Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Disdik Jabar Terima 123 Ribu Siswa Melalui NHUN

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28826.jpg

    BANDUNG-Sebanyak 123 ribu dari 157 ribu pendaftar lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinyatakan diterima di SMA dan SMK Negeri dalam Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) Jawa Barat 2018 melalui jalur Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN). 

    Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi, dengan diterimanya 123 ribu siswa di SMA dan SMK Negeri melalui jalur NHUN, maka total siswa 
    yang diterima untuk PPDB Jawa Barat 2018 sebanyak 244 ribu orang. Jumlah ini merupakan total setelah pada minggu lalu Disdik Jabar juga menerima sebanyak 121 ribu siswa melalui jalur Non NHUN.

    "Pengumuman nama-nama siswa yang diterima pada PPDB jalur NHUN dilaksanakan pada 12 Juli 2018 melalui pengumuman di sekolah dan melalui laman resmi ppdb.disdik.jabarprov.go.id yang diumumkan secara serentak dan dapat dilihat mulai pukul 10.00 WIB," ucapnya.

    Menurut Hadadi, pengumuman jalur NHUN memang dilakukan lebih pagi dari pengumuman jalur Non NUHN, dalam seleksi jalur NHUN tidak ada proses verifikasi seperti pada jalur 
    Non NHUN. 

    “Untuk jalur NHUN, setelah data diinput langsung diseleksi. Sedangkan untuk jalur Non NHUN, ada proses verifikasi dan uji kompetensi,” kata Hadadi di Disdik Jabar, Jln Radjiman, Jumat (13/7).

    Sementara itu, Ketua Panitia PPDB Jabar 2018 Firman Adam mengatakan, setelah diumumkan, para siswa yang diterima dapat melakukan daftar ulang selama dua hari, yaitu pada 13 dan 14 Juli 2018.

    "Jalur NHUN, diterapkan juga zonasi sebagai salah satu komponen skor. Seleksi penerimaan untuk SMA pada jalur NHUN tetap memperhitungkan jarak antara sekolah dan rumah tinggal dengan pembobotan skor 70% nilai Ujian Nasional (UN) dan 30% jarak rumah tinggal dengan sekolah tujuan Sedangkan untuk jenjang SMK tidak mempertimbangkan jarak, tetapi dengan memilih kompetensi keahlian yang diminati," tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus