Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harga Telur Ayam di Jabar Tembus Rp 28.000 per Kg

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28859.jpg

    BANDUNG-Kontribusi Jawa Barat terhadap kebutuhan daging ayam secara nasional mencapai 50 persen. Meskipun begitu, dalam stok telur ayam Jabar bertindak sebagai konsumen, sekitar 35 persen pasokannya berasal dari Blitar dan Boyolali sebagai sentra telur nasional dengan harga Rp 25 ribu per kilogram di tingkat produsen. 

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan provinsi Jawa barat Dewi Sartika mengatakan, kenaikan harga telur di Jabar karena di tingkat produsen masih tinggi yang disebabkan biaya produksi peternak ayam yang membengkak. Hal serupa juga terjadi dengan kenaikan harga daging ayam. 

    "Jadi harga dari produsen telurnya pun sudah mahal. Makanya ketika tiba di Jabar harganya sudah Rp28 ribu," ujarnya kepada wartawan di Bandung, Jumat (13/7/2018).

    Selama ini selain dari luar provinsi, Kabupaten Ciamis menjadi pasokan utama kebutuhan telur ayam di Jawa Barat. Namun, tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

    "Kita masih mengadalkan pasokan dari Ciamis, tapi ya gituh tidak banyak," ujarnya.

    Dewi menambahkan, guna menstabilkan harga telur di pasaran, pemerintah mengimbau kepada para peternak ayam agar selalu menjaga kesehatan hewan ternaknya dengan memberikan enzim atau herbal sehingga pasokan telur maupun daging ayam di Jabar terpenuhi.

    Disnak jabar juga mengimbau para peternak selalu membersihkan lingkungan kandang dengan baik. Artinya kadang harus sehat. 

    Selain itu, lanjut Dewi, pihaknya juga sedang melakukan penelitian dengan berbagai perguruan tinggi untuk mencari alternatif lain pengganti Antibiotik Growth Promotor (AGP).

    "Penggunaan AGP berpotensi membahayakan kesehatan, dengan adanya residu antibiotik dalam tubuh manusia sehingga ke depannya menggunakan enzim atau herbal," pungkasnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus