Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    LKSA-PSAA Selenggarakan Munas Pertama di Bandung

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29037.jpg

    BANDUNG-Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Panti Sosial Asuhan Anak (Fornas LKSA-PSAA) merupakan organisasi non pemerintah (perkumpulan) yang digagas serta digerakkan oleh para Ketua Panti Asuhan Anak, praktisi, dan aktivis perlindungan anak. 

    Setelah Iima tahun deklarasi pendirian di Yogyakarta, Fornas LKSA-PSAA kini beranggotakan 5.540 lembaga pengasuhan anak yang menaungi tidak kurang dari 315.000 anak asuh di seluruh Indonesia. 

    Bertepatan dengan momentum pergantian kepengurusan forum, Fornas LKSA-PSAA menyelenggarakan Musyawarah Nasional pertama di Bandung pada tanggal 24-27 Juli 2018, bertempat di Hotel Grand Asrilia. Peserta Munas yang hadir, merupakan perwakilan pengurus LKSA-PSAA di 26 Provinsi di Indonesia. 

    Munas ini mengusung tema ”Tanamkan Peduli, Tumbuhkan Kolaborasi”. Tujuan utama dari Munas adalah untuk untuk memicu peningkatan standar dan kualitas pengasuhan anak melalui proses pertukaran informasi, diskusi program, peningkatan kapasitas lembaga, hingga pemetaan kolaborasi antar stakeholder terkait pengasuhan anak. 

    Para pengelola Iembaga pengasuhan anak, pemerintah, dan masyarakat diproyeksikan untuk bisa berkolaborasi dalam menangani berbagai permasalahan sosial anak yang terjadi saat ini. 

    ”Permasalahan sosial anak seperti gizi buruk, kekerasan, eksploitasi, penelantaran, pelecehan seksual, dan juga kejahatan di bawah umur memerlukan kepedulian dan kepekaan sosial dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kami menginisiasi pencanangan tanggal 26 Juli nanti sebagai Hari Anak Yatim. Selain menjadi puncak kegiatan Munas forum, ini juga menjadi momentum pengingat agar kita Iebih peduli terhadap kondisi anak-anak yatim di panti asuhan. Lebih jauh, kami harapkan momen ini membuka Iebih banyak peluang kolaborasi dalam berbagai aspek pengasuhan anak,” jelas Drs. H. Yanto Mulya Pibiwanto, selaku Ketua Fornas LKSA-PSAA yang juga adalah Ketua Panti Asuhan Bayi Sehat Kota Bandung. 

    Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau biasa dikenal sebagai Kak Seto yang juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyatakan dukungannya atas penyelenggaraan Munas serta pencanangan Hari Anak Yatim ini.

    ”Anak-anak panti asuhan adalah anak-anak Indonesia yang mempunyai hak sebagai anak. Mereka punya hak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal, serta dilindungi dari berbagai tindak kekerasan,” ungkap Kak Seto. 

    Menurutnya anak-anak panti asuhan juga punya hak untuk didengar, punya hak untuk dilibatkan dan berpartisipasi dalam program-program yang menyangkut masa depan mereka. Oleh karena itu peran para pengasuh sangat penting. 

    "Mereka saya analogikan seperti artis serba bisa. Para pengasuh harus bisa menyanyi, mendongeng, menghibur, hingga memberikan keteladanan bagi anak-anak asuhnya. Perlakuan inilah yang menjadi stimulus bagi anak-anak, sehingga mereka seperti diasuh oleh ayah bundanya sendiri yang penuh dengan kekuatan cinta,” papar Kak Seto.  Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus