Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Iriawan: Perhatikan Tata Ruang Pembangunan di Kawasan Geopark

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29181.jpg

    KAB SUKABUMI - Keberadaan Geopark Ciletuh Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Termasuk menarik minat para pengusaha maupun investor dalam mendirikan bangunan penginapan maupun hotel di kawasan tersebut. 

    Menanggapi hal itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan mengimbau agar para investor memperhatikan peraturan tata ruang bangunan di kawasan wisata tersebut.

    Selama ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat belum mendapatkan laporan beberapa perusahaan pengembang yang melanggar tata ruang. Namun, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

    "Tentu para pengusaha maupun investor di kawasan ini harus memperhatikan pola tata ruang bangunannya. Tentu kita akan diskusikan bila ada bangunan yang melanggar sepadan sungai dan sebagainya," tegasnya kepada wartawan di Puncak Darma, Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/8/2018) 

    Munculnya beberapa bangunan di kawasan tersebut, diduga sebelum ada peraturan tentang pola tata ruang. Ia juga optimis masyarakat di sekitar kawasan wisata akan turut membantu untuk menyukseskan pembangunan kawasan Geopark Citeltuh Palabuhanratu.

    "Mungkin bangunan-bangunan itu didirikan sebelum peraturannya ada," imbuhnya. 

    Dia berharap semua pihak mengikuti peraturan yang berlaku. Pasalnya, ada penilaian khusus dari UNESCO sehingga ketika terjadi pelanggaran maka akan dicabut kembali sertifikat pengakuan dari lembaga PBB tersebut. 

    "Bila terjadi pelanggaran tata ruang maka Unesco akan mencabut sertifikat pengakuannya yang telah diberikan bagi Geopark Ciletuh Palabuhanratu," pungkasnya. (Pun) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus