Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pedestrian Suryakencana Mulai Dibangun Oktober

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29569.jpg

    KOTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mempercantik kawasan Jalan Suryakencana. Proses penataan tersebut direncanakan mulai Oktober mendatang dengan merevitalisasi pedestrian sepanjang jalan Suryakencana hingga persimpangan Gang Aut. 

    Jalur pedestrian ini akan menjadi pedestrian yang fenomenal setelah pedestrian di seputaran Sistem Satu Arah (SSA), dengan menelan anggaran sebesar Rp. 14 Miliar yang bersumber dari APBD Kota Bogor tahun 2018.

    "Kita sudah koordinasikan, konsepnya kita sepakati, lebar pedestriannya sudah disepakati (3,5 meter), tinggal tayang untuk di lelang. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar," kata Walikota Bogor Bima Arya usai melakukan rapat dan peninjauan di jalan Suryakencana,  Minggu (26/08/2018).

    Dalam pembangunan pedestrian tersebut, ia juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) mengenai sistem parkirnya, termasuk dengan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim).

    “Ya, alhamdulillah konsepnya sudah mencapai finalisasi, mudah-mudahan bisa mulai dibangun Oktober dan ini harus tepat waktu," jelasnya. 

    Dia mengatakan target revitalisasi pedestrian Suryakencana ini dimulai Oktober hingga Desember atau kurang lebih selama 3 bulan.

    "Dibangun di dua titik bersamaan. Dari sini (sebelah kiri Gang Aut) mulai dan dari sana (sebelah kanan Toko Ria Busana) mulai. Nanti ketemu di tengah. Tapi ini belum semuanya, kalau sisi sana semuanya, kalau disini kurang lebih cuma 500 meter," sebutnya. 

    Sementara itu untuk para pedagang malam yang biasanya berjualan di jalan Suryakencana akan direlokasi ke Pasar Sukasari. "Kita akan siapkan disana," tuturnya. 

    Dia menekankan, revitalisasi pedestrian Suryakencana ini bukan hanya untuk mempercantik saja, tetapi harus mampu "menghidupkan" kawasan Suryakencana. 

    "Kalau tidak tersentuh akan seperti ini terus (stagnan) dan akan terus dikuasai pedagang. Jadi ini harus ada langkah berani demi sistem jangka panjang," tegasnya. (Humas) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus