Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rakornis Aptika Untuk Sinergitas Pemprov Jabar dan Kabupaten/Kota

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29751.jpg

    PURWAKARTA-Kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat dan mudah dari pemerintah menjadi hal yang tidak terbantahkan. Untuk itu pemerintah perlu meningkatkan kualitas layanannya, salah satunya dengan menerapkan e-government dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintah.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hening Widiatmoko dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi Teknis Bidang Aplikasi Informatika yang diselenggarakan di Hotel Harper Purwakarta, Selasa (28/8).

    "Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada dasawarsa ini telah memunculkan sebuah babak baru yang dikenal dengan istilah smart city/smart province, yang lebih mengedepankan pada layanan publik berbasis teknologi informasi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)," ujarnya.

    Dalam Rakor yang diikuti oleh 26 Kabupaten/Kota dan juga OPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dibahas mengenai pemanfaatan dan pengembangan aplikasi generik berbagi pakai, salah satunya SIMAYA, pemanfaatan aplikasi berbasis cloud, serta pemanfaatan website resmi pemerintah.

    Hening mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi, di lingkungan OPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini terdapat 218 aplikasi. Sedangkan bila digabung dengan aplikasi yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten/Kota jumlahnya mencapai 1.026 aplikasi.

    "Sehubungan dengan besarnya jumlah aplikasi yang ada, perlu kiranya dibentuk suatu kesepakatan bersama yang memungkinkan antara satu pemerintahan dengan pemerintahan lainnya untuk saling berbagi pakai aplikasi dengan mekanisme legal yang disepakati bersama sehingga tidak ada lagi pembangunan aplikasi yang sama di pusat ataupun di daerah," ungkapnya.

    Pemanfaatan teknologi cloud computing juga dapat memungkinkan ASN untuk bekerja tanpa adanya batasan ruang dan waktu, serta dapat menjadi awal terwujudnya bekerja tanpa perlu ke kantor (officeless).

    "Cloud computing diharapkan menjadi solusi penghematan sewa ruangan/gedung (officeless), penghematan air dan listrik atau bahkan berdampak terhadap pengurangan kemacetan karena akan mengurangi pergerakan asn ke lokasi kerja," pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus