Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bio Farma terus percepat penemuan vaksin dan produk Life Science baru melalui FRLN

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29814.jpg

    BANDUNG-Bio Farma kembali mengumpulkan para peneliti level nasional untuk berdiskusi bersama, dalam rangkaian acara Forum Riset Life Science Nasional (FRLN), yang akan diselenggarakan pada tanggal 13 September 2018 di Jakarta.

    Kegiatan yang bertema "Riset dan Inovasi Bidang Life Science yang Berkelanjutan di Indonesia" bertujuan membangun sinergi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri serta Komunitas pendukungnya, sebagai upaya mempercepat pengembangan vaksin dan produk life science oleh para peneliti di dalam negeri.

    Menurut Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Adriansjah Azhari sesuai dengan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Bio Farma terus melakukan upaya percepatan dan kemandirian dalam pengembangan produk vaksin dan life science.

    "Ini misi besar Bio Farma untuk bangsa. Kami ingin menjadi lokomotif riset life science di Indonesia. Bio Farma tengah bekerja keras mempercepat hilirisasi dan peluncuran produk life science hasil riset peneliti dalam negeri melalui kerjasama yang erat dengan Pemerintah, temasuk dengan badan regulator, dan merangkul para peneliti dari akademisi, lembaga riset, maupun komunitas. Saya optimis dengan kerjasama yang baik, aktifitas riset para peneliti nasional bisa menghasilkan produk-produk baru tepat waktu dan sesuai kebutuhan masyarakat luas”, ujar Adriansjah.

    Adriansjah yang juga seorang pakar current Good Manufacturing Practice (cGMP), dan pernah menjadi tenaga ahli CPOB BPOM, mengatakan bahwa dirinya mewakili Bio Farma sangat bangga dengan pencapaian FRLN. 

    "Dua jempol buat mereka!. Saya angkat jempol tinggi-tinggi dengan raihan peneliti FRLN, Peneliti life science Indonesia kemampuannya tidak kalah dari peneliti negara maju. Bangsa Indonesia layak bangga pada prestasi rekan-rekan peneliti yang di tengah berbagai keterbatasan masih mampu menunjukkan hasil kerja nyata. Nanti pada saat FRLN 2018 akan ada peluncuran prototipe kit HbsAg dan dan kit antiHBsAg hasil karya peneliti FRLN, yang masing-masing berfungsi untuk mendeteksi virus HbsAg dan mendeteksi keberhasilan imunisasi," kata direktur yang berpengalaman mengkomandoi kerjasama riset internasional Bio Farma dengan institusi-institusi riset di negara maju.

    Neni Nurainy, peneliti senior Bio Farma sekaligus Ketua Panitia FRLN 2018, menjelaskan lebih lanjut bahwa kit hasil kolaborasi antara Bio Farma, & ITB tersebut merupakan penelitian lanjutan dari Konsorsium Hepatitis B yang terdiri dari Lembaga Eijkman, ITB, BPPT dan Bio Farma. Kit HbsAg memiliki keunggulan dibanding kit diagnostik tipe screening yang ada di pasaran, yaitu mampu mendeteksi titer virus secara kuantitatif. Sehingga hasil diagnosa yang didapat akan lebih akurat menggambarkan kondisi pasien yang diperiksa dibanding kit screening yang hanya memberi hasil positif dan negatif.  

    Doktor biomedical yang sudah lama berkecimpung pada riset vaksin rekombinan ini sangat optimis bahwa kehadiran kit diagnostik yang didanai Riset Pro LPDP - bisa menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dari ancaman infeksi  virus Hepatitis B yang merupakan ancaman nyata. Pada tahun 2017 diperkirakan virus ini telah menginfeksi 7,1% dari penduduk Indonesia. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus