Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Jabar Harap Launching Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut pada 2019

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30096.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) berharap launching reaktivasi jalur kereta Api (KA) Cibatu-Garut bisa dilakukan pada 2019 mendatang.

    Reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut-Cikajang dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas menuju wilayah selatan Jawa Barat. Panjang jalur yang akan direaktivasi direncanakan sepanjang 47,5 Km, yang terbagi dua seksi, yaitu Seksi I Cibatu-Garut sepanjang 19,29 Km dan Seksi ll Garut-Cikajang sepanjang 28,21 Km. Jalur ini direncanakan melewati 3 Stasiun, yaitu Stasiun Cibatu, Garut, dan Cikajang. Total anggaran yang diperlukan sebesar Rp 1,1 Triliun. Reaktivasi jalur kereta api Cibatu Garut Cikajang direncanakan selesai pada tahun 2021-2022. 

    Reaktivasi jakur KA itu dalam upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah, mengurangi kemacetan, dan menurunkan tingkat penggunaan kendaraan pribadi, serta meningkatkan aksesibilitas menuju daerah pariwisata. 

    Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berupaya mengembangkan jaringan perkeretaapian, antara lain dengan melakukan reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat. 

    "Saat ini Pemprov Jabar memprioritaskan empat rencana reaktivasi jalur kereta api, yaitu Reaktivasi Jalur Kereta Api Bandung-Ciwidey; Rancaekek-Tanjungsari; Banjar-Pangandaran-Cijulang; dan jalur Cibatu-Garut-Cikajang, dengan total anggaran sekitar Rp. 7,9 Trilyun," kata Emil kepada wartawan di sela kegiatan Jawa Barat Punya Informasi (JAPRI) di halaman gedung Sate Bandung, Kamis (27/9/21018).

    Reaktivasi Jalur Kereta Api Bandung-Ciwidey dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aksesibilitas menuju daerah pariwisata di wilayah Bandung Selatan. Panjang jalur Bandung-Ciwidey adalah 37.8 Km, yang direncanakan melewati 6 (enam) stasiun yaitu Stasiun Bandung, Cikudapateuh, Dayeuh Kolot, Banjaran, Soreang, dan Stasiun Ciwidey. 

    "Total anggaran untuk mereaktivasi jalur tersebut diperkirakan sebesar Rp 3,1 Triliun. Reaktivasi jalur Bandung Ciwidey direncanakan beroperasi pada tahun 2022," jelasnya.

    Sedangkan, reaktivasi jalur kereta api Rancaekek-Tanjungsari dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas, mengurangi kemacetan, menurunkan tingkat penggunaan kendaraan pribadi dan mendukung aksesibilitas ke Bandara lnternasional Jawa Barat di Kertajati Majalengka serta menunjang transportasi di kawasan pendidikan Jatinangor. Panjang jalur yang akan direaktivasi direncanakan sepanjang 11,5 Km, dengan rencana 3 stasiun yaitu stasiun Rancaekek (eksisting), Jatinangor dan Tanjungsari. 

    "Rencana Reaktivasi jalur ini diperkirakan memerlukan anggaran sebesar Rp 1,3 Triliun. Reaktivasi jalur ini diperkirakan selesai tahun 2021 -2022," ungkapnya.

    Sementara itu, lanjut Emil, reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aksesibilitas menuju daerah pariwisata di Pangandaran-Cijulang. Total anggaran untuk mereaktivasi jalur ini sepanjang 82 Km diperkirakan sebesar Rp. 2,5 Triliun.

    Panjang jalur yang akan direaktivasi direncanakan sepanjang 82 Km dan melewati 4 (empat) Stasiun Banjar (eksisting), Pangandaran, Parigi, dan Cijulang, serta 4 (empat) halte Batulawang, Cikembulan, Cikalong, dan Cibenda. 

    "Reaktivasi jalur ini diharapkan selesai pada tahun 2023," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus