Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Investasi Proyek Bandung Intra Urban Toll Road Capai Rp10 Triliun

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30324.jpg

    BANDUNG-Proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) memiliki panjang 25.35 KM dengan nilai investasi kurang lebih mencapai Rp 10 triliun akan menghubungkan wilayah Pasteur-Cileunyi (Tol Cisumdawu) dan Gedebage (Tol Purbaleunyi).

    Untuk mewujudkan proyek tersebut, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) bersama dengan PT Margautama Nusantara (MUN) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman untuk proyek BIUTR.

    Penandatanganan nota kesepahaman Proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) dilakukan oleh Direktur Utama PT Margautama Nusantara (MUN) Danni Hasan, Direktur Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito, dan Executive Director PT Summarecon Agung Tbk Hindarko Hasan.

    Direktur Utama PT Margautama Nusantara, Danni Hasan mengatakan pembangunan rute BIUTR yang dilakukan di Pasteur-Cileunyi akan melewati Gasibu, Pahlawan, Cicaheum, Ujung Berung, dan Cibiru. Sementara itu, pembangunan di ruas Ujung Berung juga akan dilanjutkan menuju Gedebage hingga terhubung.

    Jalan Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR) rencananya dibuat melayang (elevated road) di atas ruas jalan eksisting yang ada saat ini sehingga kapasitasnya menjadi dua kali lipat lebih banyak. Saat beroperasi nanti, BIUTR diyakini akan memecah konsentrasi kendaraan pada ruas jalan eksisting Kota Bandung yang dilalui.

    “Sejak Perusahaan didirikan 11 tahun lalu, kami telah dipercaya oleh berbagai mitra strategis baik lokal maupun internasional untuk bersama-sama terlibat dalam pengembangan jalan tol di Indonesia. Untuk proyek ini, Perusahaan membentuk konsorsium bersama WIKA dan Summarecon untuk menciptakan konektivitas, khususnya dalam mengurai kemacetan di Kota Bandung," kata Danni dalam keterangan resminya di Bandung, Selasa (16/10/2018). 

    Saat ini, pihak MUN, WIKA dan SMRA sebagai Pemrakarsa proyek tengah memasuki proses penyusunan dokumen studi kelayakan (FS). Rencananya proyek ini akan membutuhkan waktu kontruksi selama 2 tahun (2019-2021) dengan target pengoperasian pada Oktober 2019 dengan masa konsesi selasa 45 tahun. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus