Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Raih Penghargaan Pendidikan Inklusif 2011

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/halal-bihalal2011-21.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima Penghargaan “Pendidikan Inklusif Tahun 2011” dari Kementrian Pendidikan Nasional. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Gedung Pertemuan Hotel Novotel Manado Sulawesi Utara, Senin (12/9) pagi. Menurut Tim Penilai Nasional, Heryawan merupakan salah satu dari 2 Kepala Daerah di Indonesia yang dinilai peduli dan berhasil dalam membina sekaligus mendorong perkembangan pendidikan inklusif di Jawa Barat. Penghargaan diserahkan bersamaan dengan acara Pembukaan Olimpiade Sains Nasional. Diharapkan penghargaan ini menjadi pendorong pembangunan bidang pendidikan di Jawa Barat lebih baik lagi.
     
    “Saya bersyukur, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional memberikan apresiasi terkait pembangunan dunia pendidikan di Jawa Barat. Penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan akan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Barat. Sudah tentu prestasi ini akan terus dilanjutkan dengan mencetak prestasi di bidang lainnya,” tegas Heryawan sesaat sebelum bertolak ke Manado, Minggu (11/9) sore di Bandara Soekarno Hatta, terkait dengan penghargaan Pendidikan Inklusif Tahun 2011. Selain Heryawan, Jawa Barat  juga mendapat Penghargaan Pendidikan Inklusif untuk Kategori Individu yang diterima Prof. Dr. HM. Iim Wasliman yang merupakan mantan Kadisdik Provinsi Jawa Barat.
     
    Pendidikan Inklusif adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah / kelas reguler dengan melibatkan seluruh peserta didik tanpa kecuali, meliputi : anak yang memiliki perbedaan bahasa, beresiko putus sekolah karena sakit, kekurangan gizi, tidak berprestasi, anak yang berbeda agama, penyandang HIV/ AIDS, dan sebagainya. Mereka dididik dan diberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan cara yang ramah dan penuh kasih sayang tanpa diskriminasi. Terkait dengan hal itu maka Kementrian Pendidikan Nasional mendorong agar setiap individu, lembaga dan pemerintah daerah untuk mendorong perkembangan pendidikan inklusif di Tanah Air.
     
    Sebelumnya berdasarkan surat yang diterima dari Kemendiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, bahwa telah diadakan penilaian terkait Pendidikan Inklusif di Indonesia. Untuk itu Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar bekerjasama dengan Helen Keller International Indonesia (HKI)  telah selesai melaksanakan penilaian. Adapun kategori yang dinilai meliputi; Pemerintah Daerah, Sekolah Inklusif dan Individu. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama Kemendiknas  dengan HKI  dan didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) guna memberikan penghargaan bagi terselenggaranya pendidikan inklusif di Indonesia selama ini.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus